Loading...

Uwi, Pangan Alternatif Substitusi Beras

13:04 WIB | Thursday, 22-December-2016 | Pangan, Komoditi | Penulis : Kontributor

Berbicara keanekaragaman tanaman pangan, Indonesia tergolong melimpah. Banyak tanaman yang bisa menjadi alternatif, bahkan sudah lama menjadi makanan pokok masyarakat. Salah satunya adalah uwi, sejenis umbi-umbian yang seringkali dikonsumsi masyarakat pegunungan. 

 

Matahari berada di atas kepala Nenek Sani, tetapi beliau tetap mencabuti tanaman umbi-umbian di halaman rumahnya yang tak terlalu luas dan berbatu. “Ini namanya Uwi gembili. Enak rasanya, dimakan bisa buat kenyang,” tuturnya. 

 

Kondisi tanah yang sedikit berbatu ternyata menjadi lahan yang baik bagi pertumbuhan tanaman sejenis umbi-umbian ini. Tak hanya Nenek Sani, beberapa tetangga di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta juga menanam tanaman umbi-umbian ini sebagai pangan alternatif saat beras nasi tidak sanggup mereka gapai.  “Di sini sudah lama kita makan uwi gembili. Apalagi musim paceklik, beras susah dan mahal didapat. Tapi mengenyangkan,” ungkap anak kedua Nenek Sani, Erwin.

 

Erwin menanam gembili seperti budidaya ubi jalar lainnya yakni di atas guludan. Benihnya berupa umbi yang ukurannya sedang atau kecil. Benih ini merupakan hasil panen yang baru saja dilakukan.

 

Umbi-umbian tergolong tanaman yang mudah tumbuh di tanah Indonesia. Tak perlu perawatan yang rumit, hanya tinggal ditancapkan akan tumbuh dengan baik. Jadi tak salah jika sejak lama tanaman umbi sudah menjadi tanaman pangan, jauh sebelum ada kewajiban makan nasi beras. 

 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah mencatat populasi uwi di Indonesia tidak mencapai 1.000 ha. Padahal populasi Uwi di kawasan Asia Tenggara seluas 19 ribu ha dengan produksi mencapai 249 ribu ton/tahun.  

 

Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Trustinah menuturkan, luasan populasi uwi sekarang kian menyempit karena adanya penyempitan area lahan yang dibangun. “Makanya sekarang lebih mudah untuk memperoleh tanaman uwi ini di daerah pegunungan dan pekarangan rumah warga yang sudah sepuh (tua) karena memang mereka sejak dahulu terbiasa mengkonsumsi itu,” tutur Trustinah. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162