Loading...

Yuk Cari Tahu Jenis Ikan Invasif dari Aplikasi AIS

11:09 WIB | Thursday, 05-July-2018 | Inovasi Teknologi | Penulis : Indarto

Aplikasi AIS Indonesia, permudah data ikan invasif

Dua minggu terakhir, topik ikan invasif dan predator asing mencuat dan menjadi pembicaraan masyarakat. Sayangnya, hingga sekarang tidak banyak yang tahu apa saja jenis ikan invasif itu. Tenang saja, kini masyarakat bisa tahu lewat Aplikasi AIS di smartphone sendiri.

 

Aplikasi terkait database ikan spesies asing dan invasif  yang diberi nama AIS (Alien and Invasive Species) Indonesia yang diluncurkan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) adalah aplikasi yang sangat baik dan bermanfaat luas bagi masyarakat. " Aplikasi ini  yang pertama kali menghimpun ikan spesies asing dan invasif Indonesia. Hal ini menandai peran aktif kami bahwa STP telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Aplikasi ini bermanfaat bagi masyarakat umum, akademisi, peneliti dan KKP khususnya BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Keamanan Hasil Perikanan),” kata Ketua STP Mochammad Heri Edy di Jakarta, (3/7).

 

AIS Indonesia telah menjadi bagian penting dari platform nasional untuk memetakan secara akurat presensi ikan invasif. Platform digital invasive Indonesia ini diperuntukkan untuk me-recording semua alien and invasive species yang ada di tanah air.

 

"Aplikasi ini membantu kita untuk mengetahui current update spesies AIS secara real time, meliputi asal (origin), peruntukan, distribusi, dan sebagainya. Tiap orang dapat memberikan kontribusinya, kapan dan dimana saja, lewat sistem pelaporan yang sederhana tentang keberadaan AIS di daerah masing-masing, baik lewat website atau aplikasi android,” kata Dosen STP Kadarusman sebagai Scientific Advisor pada program AIS Indonesia.

 

AIS Indonesia adalah aplikasi google android pertama yang dimiliki STP, sekaligus aplikasi pertama yang menghimpun semua AIS di tanah air. "Aplikasi teranyar  ini telah mendomentasikan seperdua bioregion Sundaland,” ujarnya. Untuk mengakses aplikasi AIS Indonesia dapat diunduh di Play Store pada Android-Google dengan link https://goo.gl/UUMwqd atau melalui website ais.stpjakarta.ac.id.

 

Pengembangan

 

Ketua STP Mochammad Heri Edy menambahkan saat ini STP sedang mengembangkan SIP ( Sustainability, Innovation, and Productivity) bekerja sama dengan UNIDO (United Nations Industrial Development Organization). Nah, semangat inovasi pembuatan Aplikasi AIS Indonesia selaras dengan upaya STP untuk mengembangkan SIP.

 

Ketika Tabloid Sinar Tani Online mencoba membuka aplikasi AIS Indonesia, tercatat 4167-an jenis AIS yang tersimpan dalam aplikasi tersebut. Sebanyak 22.3 persen diantaranya berstatus invasif (merusak), 38.3 persen diantaranya berstatus alien (bukan berasal dari Indonesia) dan 39,4 persennya berpotensi invasif.

 

Menariknya, sebagian besar ikan berstatus invasif tersebut tergolong ikan hias (ornamental fish) yaitu sebanyak 79,1 persen atau sebanyak 3298 jenis. Dibandingkan gologan ikan budidaya yang hanya berjumlah 804 jenis atau sekitar 19,3 persennya saja. Karenanya, sosialisasi kepada penghobi harus semakin digencarkan agar bisa bersama menjaga sumberdaya ikan Indonesia dari kondisi terancam. (idt)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162