Loading...

Zeolit, Sehatkan Kembali Lahan Bawang Merah

09:47 WIB | Tuesday, 20-December-2016 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Kontributor

Bawang merah menjadi salah satu komoditi yang mendapat perhatian utama pemerintah dalam program Upsus (Upaya Khusus). Hal ini karena gejolak harga komoditi tersebut berdampak besar terhadap perekonomian, terutama pergerakan inflasi.

 

Rata-rata konsumsi bawang merah sebesar 4,56 kg/tahun/kapita. Secara nasional kebutuhannya mencapai 1,15 juta ton. Data Kementerian Pertanian, produksi bawang merah sebanyak 1,3 juta ton. Artinya tiap tahun terjadi surplus sekitar 150 ribu ton. Namun produksi yang tidak merata sepanjang tahun, membuat kerap terjadi gejolak harga pada saat tidak ada panen.

 

Salah satu sentra bawang merah adalah Kabupaten Brebes. Kota bawang ini memasok hamper 23% produksi nasional. Luas panen bawang merah di kota yang juga terkenal dengan telor asin ini sekitar 30.954 ha dengan produksi sebanyak 375.974 ton (BPS, 2014).

 

Sebenarnya produksi bawang merah masih dapat ditingkatkan. Caranya dengan pemberian pembenah tanah zeolit, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama. Umumnya, petani Brebes menggunakan pupuk anorganik dan pestisida sintetis dengan dosis tinggi.

 

Pola pikir petani adalah pemberian pupuk anorganik dan pestisida sintetis dosis tinggi agar produksi bawang merah naik. Lebih menyedihkan, justru pemberian pupuk anorganik dan pestisida sintetik dosis tinggi menjadi gengsi bagi petani.

 

Padahal penggunaan pupuk anorganik dosis tinggi terus menerus justru merugikan petani. Bukan hanya menurunkan efisiensi serapan hara, tapi juga merusak sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Artinya penggunaan pestisida sintetik dosis tinggi terus menerus, dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan tanah.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162