
Petani kopi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Rempah dan kopi jadi dua dari lima komoditas pertanian yang mendongkrak kinerja ekspor pada Juni ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y).
Selain dua komoditas perkebunan tersebut, kenaikan ekspor juga terjadi pada tanaman obat, aromatik dan sarang burung walet. Selama 13 tahun terakhir (2008-2020) volume ekspor kopi mengalami kenaikan dengan laju pertumbuhan rata-rata 4,5 persen/tahun. Sedang laju pertumbuhan 10 tahun terakhir 2,01 persen.
Volume ekspor tahun 2020 mencapai 379.354 ton dengan nilai 821.937.000 dollar AS, sedang impor volume 15.693 ton nilai 36.365.545 dollar AS. Rata-rata laju volume impor kopi 44,35 persen. Laju pertumbuhan nilai ekspor kopi selama 2008-2020 turun 0,03 persen dibanding nilai impor kopi meningkat 33,87 persen.
"Secara nilai, ekspor sektor pertanian tercatat mencapai sebesar 0,32 miliar dollar AS," kata Kepala BPS, Margo Yuwono dalam keterangan resmi yang digelar secara virtual, Kamis, 15 Juli 2021.
Dengan kenaikan tersebut, kata Margo, ekspor nonmigas secara nasional menyumbang sebesar 93,36 persen dari total nilai ekspor Juni 2021 yang mencapai 18,55 miliar dollar AS atau naik sebesar 9,52 persen dibandingkan dengan ekspor pada Mei 2021.
Adapun secara kumulatif, ekspor nonmigas selama Januari-Juni mengalami kenaikan sebesar 94,35 persen, dimana sektor pertanian mencapai 1,95 dollar AS atau mengalami peningkatan sebesar 14,05 persen.
"Semoga tren kenaikan ini terjadi pada bulan-bulan berikutnya, sehingga upaya kita dalam memulihkan ekonomi nasional dapat diaksanakan dengan baik," katanya.
Di samping itu, kata Margo, upah nominal buruh tani secara nasional pada Juni 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen. Begitu juga dengan upah buruh tani secara rill yang mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen. "Kenaikan serupa juga terjadi pada upah nominal dan upah rill buruh bangunan," katanya.