Wednesday, 21 October 2026


Sektor Perkebunan Sumbang Kenaikan NTP Tertinggi Pada November 2021

02 Dec 2021, 15:53 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah upayakan penyelesaian lahan pekebun sawit

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2021 mengalami kenaikan sangat tinggi. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, (BPS), NTP pada bulan November 2021 sebesar 107,18 naik 0,49 persen dari Oktober 2021.  

Tingginya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2021 disumbang oleh tiga subsektor penting. Pertama adalah subsektor tanaman pangan yang meningkat 0,13 persen, kemudian subsektor peternakan yang meningkat 0,56 persen.

Subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami kenaikam paling tinggi, yaitu sebesar 2,05 persen. Kenaikan tinggi pada subsektor tersebut dicapai melalui kenaikan tiga komoditas utama seperti Kopi, Kelapa dan Kelapa Sawit. 

Kepala BPS, Margo Yuwono menyampaikan bahwa kenaikan serupa juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Tercatat NTUP di bulan November ini mencapai 107,03 atau naik sebesar 0,51 persen kalau dibandingkan dengan kondisi Oktober 2021 (MtoM).

"Dan subsektor yang mengalami kenaikan pada NTUP kurang lebih sama dengan apa yang terjadi pada NTP," ujar Margo,

Ditambahkan Margo, terkait harga gabah di tingkat petani, baik untuk gabah kering panen (GKP) maupun gabah kering giling (GKG) juga sama-sama mengalami kenaikan. Untuk gabah kering panen pada bulan November ini tercatat sebesar Rp5.060 per kg atau naik sebesar 0,91 persen (MtoM).

Demikian juga untuk GKG yang tercatat sebesar Rp4.650 per kg atau naik sebesar 0,89 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Menyikapi kenaikan tersebut, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya terus memacu produksi yang dilakukan para petani dengan penggunaan alsintan dan teknologi.

Apalagi, berdasarkan catatan yang ada, data kondisi sektor pertanian di tengah pandemi ini selalu naik dan menunjukkan kontribusi positif. Ini karena kebijakan dan intervensi Kementan dari hulu sampai hilir yang sudah tepat dan membuahkan hasil yang menggembirakan.

"Secara konsisten pemerintah melalui Kementan terus menjaga di hulu dengan penyediaan bibit dan alsintan yang tepat. Sedangkan di hillir kebijakan stabilitasi stok dan harga, dimainkan dengan baik di lapangan," tutupnya.

 

Reporter : Herman
Sumber : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018