Wednesday, 21 October 2026


Petani Kopi Cilacap Dilatih Pengendalian OPT Terpadu  

07 Oct 2022, 03:03 WIBEditor : Yulianto

Petani kopi Cilcap

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Budidaya tanaman kopi dalam perkembangannya tak lepas dari gangguan hama dan penyakit yang mengancam produktivitasnya. Penanganan masalah Organisme Pengganngu Tanaman (OPT) diterapkan pengendalian hama secara terpadu (PHT).

Petani Kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani Desa Cijeruk Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap selama ini kerap kesulitan mengatasi OPT tanaman kopi. Karena itu dilakukan pelatihan pemeliharaan dan pemupukan dari Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap.

Kegiatan diselengarakan pada Kamis 8 September 2022, di Kebun Kopi Pengurus Kelompok dengan praktek cara pemupukan, pemangakasan dan memasang perangkap penggerak batang serta penyemprotan. Selain itu, membuat sanitasi kebun kopi dengan membuat lubang untuk mengumpulkan daun serta ranting kopi kering yang berserakan.

Kegiatan pelatihan akan diadakan kembali pada Selasa 20 September 2022 bertempat di Balai Dusun Cibengang Desa Cijeruk. Jumlah peserta 25 orang dari para petani Kopi pengurus dan anggota Poktan Karya Tani.

Petani yang budidaya Kopi Robusta yang bergabung dengan Poktan Karya Tani, dengan luas lahannya sekitar 100 hektare.  Sedangkan jumlah petani semuanya 120 anggota. Kopi menjadi usaha tani yang cukup menjanjikan, bahkan menjelang akhir tahun 2022, harga dipasaran cukup tinggi sekitar Rp 27 ribu sampai Rp 30 ribu/kg untuk beras Kopi (green bean).

Dengan adanya pelatihan dan bantuan pupuk memberikan motivasi para petani kopi khususnya anggota Poktan Karya Tani, untuk lebih intensif dalam memelihara pohon Kopi nya.

"Memacu kami sebagai petani kopi dalam budidaya lebih intensif. Berterimakasih atas dipilihnya Poktan kami menjadi lokasi pelatihan dan penerima bantuan," jelas Saptar sebagai Ketua Poktan  Karya Tani Desa Cijeruk Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.

Menurutnya, kegiatan ini banyak membantu petani kopi. Kedepannya petani akan memperbaiki kualitas dan kuantitas kopi, karena dapat meningkatkan perekonomian petani.

Sementara itu, Sub Koordinator Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan, Bidang Perkebunan Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap, Amel Harimawan menjelaskan, kegiatan Pengendalian Hama Penyakit Terpadu, dilakukan setelah ada pengamatan ke kebun adanya hama penggerek buah dan batang kopi. Selain itu, petani belum baik dalam pemangksan.

Kegiatan pelatihan berupa cara pengendalian Hama Terpadu. Petani juga diajarkan cara pemberikan pupuk seperti pupuk Nitrogen (N) Fosfor (P) Kalium (K) dan Trichoderma (jamur akar putih) serta insektisida (penggerek/semut).

Menurut Amel mengatakan, untuk meningkatkan kekebalan tanaman kopi, harus dengan langkah pemupukan dan perawatan serta sanitasi sekitar kebun yang rutin. supaya sehat. "Kami berharap petani nanti bisa dilanjutkan pemupukan peliharaannya, terutama sanitasi kebun dengan baik," harapnya

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018