
Panen tebu program agrosolution di Sleman
TABLOIDSINARTANI.COM, Sleman---Untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2028, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas tebu/gula di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto menyampaikan, strategi Kementan untuk meningkatan produksi gula tebu dilakukan melalui identifikasi kesesuaian lahan baru untuk tanam tebu, pemanfaatan lahan HGU yang terlantar, revitalisasi pabrik gula, investasi pabrik gula baru, dan perbaikan pola kemitraan antara pabrik gula dengan petani tebu.
“Kementan juga mempunyai alternatif strategi dalam mewujudkan swasembada gula melalui pembangunan gula non tebu yaitu dari pengembangan stevia maupun gula aren,” katanya di Yogyakarta, Rabu (10/5).
Berdasarkan data hasil Taksasi Awal Tahun 2023 target produksi gula tahun 2023 adalah sebesar 2,74 juta ton. Jika dirasionalkan produksi gula rata-rata selama 5 tahun pencapaian target produksi sebesar 95 persen dari angka taksasi, sehingga estimasi produksi gula sebesar 2,6 juta ton.
Pada tahun 2022 produksi GKP sebesar 2,45 juta ton yang diperoleh dari luas areal 488.982 ha. Produksi ini meningkat sekitar 2,34 persen dibandingkan dengan produksi GKP tahun 2021, begitu juga jumlah tebu digiling meningkat 12,67 persen. Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan luas areal dan produktivitas tebu. Namun untuk rendemen tahun 2022 lebih rendah dibandingkan tahun 2021.
“Pada tahun 2023 ini jumlah pabrik gula yang aktif adalah sebanyak 59 pabrik gula dari 24 perusahaan gula yang ada di indonesia. Pada musim giling tahun 2023 rata-rata secara umum akan mulai dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2023,” katanya.
Khusus DI Yogyakarta kata Heru, dengan potensi luas areal tebu sekitar 2.900 ha, hasil tebu akan digiling di Pabrik Gula Madukismo milik PT. Madu Baru yang memiliki kapasitas giling terpasang kurang lebih 3.000 TCD. Panen perdana tebu ini dilaksanakan di Kabupaten Sleman merupakan kerjasama antara PT. Pupuk Kaltim dengan KPTR Kabupaten Sleman.
Kerjasama ini lanjutnya, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Ditjen Perkebunan agar petani lebih mudah memperoleh pupuk untuk tanaman tebu, sehingga produktivitas tebu petani semakin baik dan meningkat.
“Kabupaten Sleman yang merupakan salah satu sentra tebu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memasok tebu ke Pabrik Gula Madukismo. Jadi kami berharap kedepan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas serta tetap menjadi sentra tebu di DIY ini,” katanya.
Heru berharap, dengan adanya Program Agrosolutions yang dijalankan PT. Pupuk Kaltim dapat berjalan dengan lancar. Bahkan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pupuk dari petani tebu, sehingga upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman tebu dapat meningkat sejalan dengan Program Percepatan Swasembada Gula Konsumsi Nasional.