Wednesday, 21 October 2026


Kejar Swasembada Gula, Kementan Percepat Pengembangan Tebu Nasional 97 Ribu Hektare

26 May 2026, 14:00 WIBEditor : herman

Tanaman tebu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya --- Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat proses penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program pengembangan dan hilirisasi perkebunan tebu tahun 2026. Langkah ini dilakukan guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare yang tersebar di 11 provinsi.

Percepatan tersebut ditempuh dengan melibatkan seluruh pabrik gula, baik milik BUMN maupun swasta, untuk aktif membantu pemenuhan CPCL sekaligus melakukan verifikasi lahan di lapangan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pergulaan nasional dan mendukung target swasembada gula.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menegaskan bahwa percepatan penetapan CPCL merupakan tahapan krusial agar program pengembangan tebu nasional dapat direalisasikan secara optimal pada 2026, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” ujar Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu di Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Ali, pemerintah tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam tebu, tetapi juga membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri gula sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Karena itu, Kementan terus mendorong percepatan verifikasi data CPCL yang telah disampaikan melalui dinas perkebunan kabupaten/kota, pemerintah provinsi hingga Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP). Selain itu, seluruh kelengkapan dokumen pendukung untuk surat keputusan yang telah diterbitkan juga diminta segera dipenuhi agar proses penetapan dapat berjalan tanpa hambatan.

Untuk memenuhi sisa target CPCL nasional, Kementan juga menggandeng berbagai pihak dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan potensial. Selain bekerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), RNI dan pabrik gula swasta, pemerintah tengah mengidentifikasi sejumlah kawasan yang berpotensi dikembangkan menjadi sentra tebu baru.

Lahan-lahan yang masuk dalam kajian tersebut antara lain milik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Perhutani, kawasan Perhutanan Sosial, serta berbagai lahan potensial lainnya di sejumlah daerah.

Ali menegaskan, keberhasilan program pengembangan tebu nasional sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi modal utama dalam mempercepat realisasi target sekaligus memperkuat hilirisasi perkebunan nasional.

“Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu sebagai bagian dari strategi besar menuju swasembada gula nasional. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas lahan, perluasan areal tanam, hingga penguatan industri hilir berbasis gula.

“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Amran.

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018