Thursday, 22 October 2026


Tak Lagi Jual Kelapa Mentah, Selayar Siapkan Green Gold Lewat Hilirisasi

27 Jul 2026, 13:34 WIBEditor : Herman

Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi

TABLOIDSINARTANI.COM, Selayar --- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mulai memacu transformasi komoditas kelapa agar tak lagi dijual sebagai bahan mentah. Melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi, pemerintah daerah ingin menjadikan kelapa sebagai "Green Gold" atau emas hijau yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi bertajuk "The Green Gold Kelapa Selayar" bersama Tim Riset Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu (25/7).

Dalam kegiatan tersebut, Muhtar didampingi Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar dan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar. Hadir pula Tim Riset Polipangkep, jajaran perangkat daerah terkait, unsur TP PKK dan Dekranasda, para camat, serta kepala desa se-Kecamatan Buki.

Dalam sambutannya, Muhtar menegaskan bahwa kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Selayar yang menyimpan potensi ekonomi sangat besar. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena selama ini pengelolaannya masih didominasi pola tradisional.

Menurutnya, sudah saatnya kelapa dikelola dengan pendekatan berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi sehingga mampu menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi tinggi.

"Program ini tidak sekadar kegiatan penelitian, tetapi harus menjadi laboratorium hidup yang menghasilkan solusi nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani kelapa di Kepulauan Selayar," kata Muhtar.

Ia menjelaskan, Program BESTARI Saintek mengusung konsep ekonomi sirkular yang mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, hingga kemitraan dengan dunia usaha. Dengan pendekatan tersebut, hasil riset tidak berhenti sebagai kajian akademik, melainkan dapat diterapkan langsung untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Muhtar menilai peluang pengembangan industri hilir kelapa di Kepulauan Selayar sangat terbuka. Beragam produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO), arang tempurung, briket, hingga berbagai produk olahan lainnya memiliki prospek pasar yang menjanjikan sekaligus mampu meningkatkan daya saing daerah.

Pengembangan industri berbasis kelapa juga diyakini dapat menciptakan peluang usaha baru, memperluas lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menegaskan kesiapan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha agar hasil-hasil penelitian benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan.

"Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi, baik melalui dukungan data, fasilitasi lapangan, maupun sinkronisasi program, agar hasil riset ini dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Program BESTARI Saintek dinilai sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Melalui pengembangan teknologi dan hilirisasi, komoditas kelapa diharapkan tidak lagi hanya menjadi hasil perkebunan yang dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Reporter : suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018