Sunday, 01 November 2026


Katam dan Modis, Alat Terkini Pencapai Kedaulatan Pangan

02 Sep 2014, 13:50 WIBEditor : Julianto

‘Bangsa Padi’ mungkin ini bahasa yang tepat untuk menyebut sebuah kearifan bangsa terhadap pangan rakyat Indonesia. Dalam beberapa dekade ke depan beras akan tetap menjadi pangan politis yang strategis. Gangguan yang bisa mengancam produksi, stok beras dan distribusi, dapat mengguncang stabilitas nasional. Begitu penting, padi bagi bangsa ini dan begitu penting pula upaya-upaya cepat yang harus digunakan pemerintah ketika komoditi ini terganggu sehingga semangat kedaulatan pangan nasional tercapai.

Banyak persoalan klasik yang menggurita dalam kelancaran produksi. Mari kita lihat sebagian dari masalah itu, keterbatasan penyediaan benih unggul, keterlambatan penyaluran pupuk, penggunaan pestisida kimia yang ‘jor-joran’, kekeliruan penetapan musim tanam dan pemilihan komoditi. Sebagian pihak juga mengklaim bahwa masalah itu disebabkan oleh minimnya stok, baik stok benih maupun stok produksi padi. Tetapi jika ditelaah lebih dalam, inti persoalannya adalah soal keakuratan data dan informasi.

Coba kita tengok satu per satu-satu, soal benih misalnya, hingga saat ini sudah lebih dari 30 varietas unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Varietas-varietas unggul yang dihasilkan ini telah disesuaikan dengan tipologi lahan, tipe iklim, bahkan ada varietas yang dirancang khusus untuk kesehatan manusia.

Satu contoh varietas yang mendominasi hampir di seluruh Indonesia adalah varietas Ciherang, varietas ini posisinya telah menggeser varietas IR 64 yang dulu menjadi dewa bagi petani. Begitu pun soal produktivitas, tidak sedikit produktivitas padi sudah mencapai lebih dari 6 ton per hektar.

Soal pupuk dan pestisida, saat ini juga sangat maju. Ada beragam pupuk dan pestisida hayati yang kemampuannya sama atau bahkan melebihi kemampuan pupuk kimia. Badan Litbang Pertanian sejak 1995 telah menghasilkan dan mengembangkan lebih dari 20 jenis pupuk hayati majemuk multifungsi, di antaranya Mikroflora Tanah Multiguna (MTM) Nodulin untuk tanaman legum, MTM BioNutrient untuk tanaman padi, jagung dan sayuran, serta dekomposer M-Dec untuk percepatan perombakan bahan organik berserat lignin dan selulosa dan lain-lain. Selain itu terdapat puluhan calon pupuk hayati yang masih dalam proses pengujian.

Keefektifan pupuk hayati ditentukan oleh fungsi dan teknik aplikasinya di lapangan. Ditinjau dari fungsinya, teknologi pupuk hayati yang telah dihasilkan dapat dibedakan menjadi pupuk hayati penyedia hara, perombak bahan organik, pemacu tumbuh dan pengendali hama dan penyakit, dan pengakumulasi logam berat.

Nah mengapa ada kegagalan dari proses produksi padi? Ini pertanyaan yang harus dijawab serius. Ada beberapa indikator keberhasilan proses produksi padi tersebut, di antaranya soal ketepatan menentukan musim tanam, ketepatan memilih varietas yang sesuai, ketepatan penyaluran sarana produksi (saprodi). Apa yang bakal dialami oleh petani padi, jika ketika awal tanam pupuk bersubsidi yang diperlukan tidak ada? Pastinya jawabnya, produksi padinya akan terganggu atau bahkan gagal. Semua itu, sebenarnya bisa dijawab dengan cara yang sederhana dan dalam waktu yang singkat dengan adanya kalender tanam terpadu (Katam) yang didukung oleh Data Satelit Modis.

Rekan-rekan jelajah, persoalan dan solusi padi ini ‘Sinta’ temukan sepanjang penjelajahan di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, pekan lalu. Rute jelajah dalam rangka membuktikan keakuratan Katam dan Modis ini dimulai dari Kabupaten Semarang hingga ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Salah satu tujuan yang ingin diperoleh dari penjelajah ini adalah pembuktian akurasi informasi Katam dan Modis. Namun untuk memberikan gambaran agar, rekan-rekan jelajah tidak bingung memahami dua alat bantu ini, ada baiknya dijelaskan dulu apa itu Katam dan Modis.

Istilah kalender tanam, bagi petani mungkin sangat tidak asing lagi. Dulu kalender tanam ini adalah batasan waktu yang ideal untuk memulai musim menanam padi baik menjelang musim hujan maupun menjelang musim kemarau. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Sistem informasi ini dapat memandu penyuluh dan petani hingga level kecamatan dalam mengelola kegiatan budidaya tanaman pangan.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018