Ajaib! Begitulah kesan pertama melihat kemampuan kerja sebuah formula bernama Gliocompost. Fungsida ini mampu mengendalikan serangan pernyakit berbagai tanaman hortikultura dan berfungsi juga sebagai pupuk organik. Untuk tanaman hias Gladiol, inovasi ini sangat efektif dalam mengendalikan penyakit layu fusarium.
Pada tahun 2010 Balithi telah merakit biofungisida berbentuk tepung berbahan aktif Gliocladium sp., berbahan pembawa bahan organik yang diberi nama Gliocompost.
Biofungisida ini bisa berperan sebagai pupuk hayati dan fungisida yang sangat efektif mengendalikan berbagai patogen tanaman seperti Fusarium oxysporum f.sp dianthy pada anyelir dan F. oxysporum f.sp. cubence pada pisang, dan penyakit darah (R. solanacearum) pada pisang.
Biofungisida ini telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenhumham) melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HaKI) untuk memperoleh hak paten. Adapun nomor pendaftaran paten produk tersebut ialah P002010000050, tanggal 22 Januari 2010 (Nuryani et al. 2010). Selain itu, produk ini telah mempunyai sertifikat merek dengan nomor sertifikat : IDM 000332764), tanggal 4 November 2011.
Gliocompost telah diaplikasikan pada tanaman cabai, padi, dan pisang skala super impose dan demplot. Hasilnya menunjukkan bahwa Gliocompost konsisten dapat menekan penyakit layu dan busuk buah serta dapat mempertahankan hasil panen cabai sebanyak 13,40%.
Selain berfungsi sebagai biofungisida, Gliocompost dapat pula berfungsi sebagai pupuk hayati yang kaya akan unsur hara mikro dan makro, serta berbagai mikroba tanah yang berperan dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman.
Hasil Aplikasi
Pada tahun 2014 Gliocompost diaplikasikan pada tanaman Gladiol pada skala demplot di lahan Abdul Wadud, Petani Tanaman Hias di Kampung Palasari, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Salabintana, Kabupaten Sukabumi.
Penggunaan Gliocompost pada budidaya Gladiol, baik melalui metode Balithi maupun petani menunjukkan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan tanpa menggunakan Gliocompost. Hal tersebut diindikasikan oleh jumlah bunga, diameter bunga, dan persentase tanaman berbunga yang lebih tinggi.
Penambahan Gliocompost pada varietas gladiol hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias mampu mempercepat waktu panen bunga menjadi 60 hari setelah tanam (lebih awal) dibandingkan tanpa penambahan gliocompost. Penambahan gliocompost juga mampu menurunkan persentase serangan penyakit layu fusarium sebesar 6,9 persen dibanding tanpa penambahan gliocompost. I Djatnika/Wakiah Nuryani/Uq/Lis.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto