Saturday, 31 October 2026


Salak Pronojiwo Ungguli Salak Pondoh

20 Sep 2013, 14:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Berasal dari bibit salak pondoh Sleman, Sugito berhasil mengembangkan varietas baru yakni salak Pronojiwo. Kenikmatan rasa salak ini mampu mengungguli salak pondoh Sleman.

Pengembangan salak Pronojiwo mulai dilakukan tahun 1990-an. Hingga 2013, seluas 650 hektar (ha) lahan salak Pronojiwo telah berproduksi. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Pronojiwo, Kebupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Dengan luas lahan hingga 3.000 ha, Pronojiwo memiliki potensi besar sebagai sentra salak. Sayangnya, modal dan pemasaran masih menghambat.

Kelebihan salak Pronojiwo karena rasanya yang lebih manis, daging buah yang tebal dan besar, kadar air yang tinggi. Produktivitasnya juga lebih tinggi dibandingkan salak pondoh.

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sela-sela kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) di Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, meminta Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah membantu petani salak Pronojiwo, baik segi produksi maupun pemasaran.

“Pemerintah akan membantu mengatasi permasalahan tersebut. Mungkin dengan reklame, iklan atau apapun selalu bisa kita lakukan. Menteri Pertanian agar membantu petani untuk bisa meningkatkan produktivitas,” ucap SBY.

Menteri Pertanian, Suswono mengungkapkan jika ada kendala dengan permodalan, pemerintah siap memberikan dukungan. Petani bisa memanfaatkan skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) untuk mendapatkan permodalan. “Sangat disayangkan jika potensi salak Pronojiwo ini tidak didukung secara maksimal. Jika dilihat dari spesifikasinya nampaknya bisa mengungguli salak pondoh Sleman,” katanya.

Dengan kelebihan yang ada, Suswono menilai, salak Pronojiwo mampu bersaing di pasar internasional. Apalagi, dibandingkan salak Thailand, ternyata rasa salak Pronojiwo lebih enak. Sebagai buah nusantara yang eksotik, pasar salak sangat terbuka, terutama kawasan Eropa. Bahkan tidak lama lagi salak Indonesia bisa masuk pasar Australia.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066).

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018