Sunday, 01 November 2026


Berburu Jeruk Gerga Hingga Ke Bengkulu

20 Aug 2015, 13:46 WIBEditor : Kontributor

Mungkin belum banyak yang tahu, apa itu jeruk Gerga. Jeruk ini termasuk ke dalam jeruk keprok (atau ada juga yang menyebutnya mandarin), warna kuning hingga orange adalah ciri khasnya. Rasa manis bercampur  asam merupakan cita rasanya. Namun dari sisi ukuran, kebanyakan jeruk keprok berukuran biasa-biasa saja (5-6 buah per kg), sementara untuk jeruk Gerga ukurannya luar biasa, bisa mencapai 3 buah/kg.

Jeruk Gerga dengan sangat gampangnya ditemukan, jika kita sempat bertandang ke Propinsi Bengkulu. Untuk membuktikan keberadaan jeruk tersebut, Sinar Tani pekan lalu melakukan penjelajahan. Namun sebelum menuju lokasi sentra jeruk Gerga, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan banyak informasi soal jeruk tersebut. Balai ini berbekal kekuatan inovasi teknologi telah melakukan banyak perubahan dalam mendukung pengembangan jeruk tersebut.

Penjelajahan kali ini terasa lebih gampang berkat sikap hangat dan bersahabat dari Kepala BPTP Bengkulu, Dr. Dedi Sugandi, MP, yang didampingi oleh  Dr. Wahyu Wibawa, MP, Peneliti, Ir. Sri Suryani M.Rambe, M. Agr, Penyuluh BPTP dan Peneliti Jeruk Kusmea Dinata, SP.

Dengan akrabnya, Dedi si putra Bandung ini menjelaskan, jeruk merupakan komoditas unggulan di Provinsi Bengkulu. Jeruk Gerga adalah sebutan yang dipakai oleh masyarakat, sedangkan nama resminya sesuai dengan SK pelepasan varietas adalah RGL.

Jeruk ini mulai dikenal masyarakat pada tahun 2009, kemudian pada tahun 2010 didaftarkan ke Departemen Pertanian untuk menjadi varietas lokal. Pada tahun 2011 secara resmi jeruk RGL ini ditetapkan sebagai varietas lokal Lebong dengan nomor 16/PVL/2011, dan kemudian pada tahun 2012 RGL di launching sebagai varietas unggul nasional dengan SK No.2087/Kpts/SA.120/6/2012 yang berasal dari Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Jeruk ini merupakan jenis jeruk yang sesuai dikembangkan di wilayah dengan ketinggian sedang hingga 900 m dpl, dengan bulan basah sepanjang tahun. Keunggulan kompetitifnya, yaitu buahnya berwarna kuning-orange, ukuran buah besar 200-350 gram, kadar sari buah tinggi dan mempunyai potensi pasar yang baik. 

Jeruk Gerga Lebong berbuah sepanjang tahun, satu pohon ada 4-6 generasi/tingkatan, dalam satu pohon ada bunga, buah muda sampai buah siap panen. Panen raya biasanya terjadi dua kali yaitu pada bulan Agustus dan September, sedangkan panen selang juga dua kali/tahun. Kulit buah tebal, buah dapat bertahan hingga 1 (satu) bulan.

Belajar sambil wisata

Bagi rekan-rekan jelajah yang tertarik ingin mendalami seputar jeruk Gerga, bisa langsung ke BPTP Bengkulu yang berada di Jalan Irian KM 6,5 Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, kira-kira 30 menit dari Bandara Fatmawati Soekarno.  Sembari menimbah pengetahuan di sana, rekan-rekan bisa juga menikmati indahnya propinsi Bengkulu.

Propinsi ini kaya akan objek wisata, ada tempat wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata alam. Namun sayangnya, karena keterbatasan waktu, Tim jelajah Inovasi kali ini hanya bisa menginformasikan tiga lokasi wisata yaitu Pantai Panjang dan Benteng Marlborough dan makam Sentot Alibasyah.

Pantai Panjang terbentang sepanjang 7 km dengan hiasan pasir putih di sepanjang bibir pantainya dan berpagar pohon pinus. Bahkan begitu indahnya pantai ini sampai-sampai ada yang menyandingkannya dengan pantai Pataya Thailand. Untuk menunjang keperluan pelancong, saat ini tekah tumbuh dengan pesat  hotel, restoran, cottage dan Pusat Perbelanjaan Modern (Mall).

Tidak jauh dari pantai yang sudah melegenda itu, terdapat benteng Marlborough. Benteng ini dibangun pada kepemimpinan Gubernur Joseph Callet, lokasinya persis mengahadap selatan dan memiliki luas 44.100 meter persegi. Sampai saat ini diakui bahwa Fort Marlborough adalah peninggalan terbesar Inggris terbesar di Indonesia. Benteng ini dibangun demi kepentingan perdagangan yang ditugasi untuk menjamin kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company, serta pengawasan jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda.

Untuk melengkapi wisata sejarah, di kota Bengkulu ini ada juga makam Sentot Ali Basyah, pembantu dekat Pangeran Diponegoro. Lokasi makam tersebut terletak di daerah MT Haryono atau lebih kurang 800 m dari Benteng Malborough, Kota Bengkulu. Selain itu ada juga rumah tempat pengasingan Soekarno.nLis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018