Menjelang akhir tahun anggaran, pastinya kesibukan seorang birokrat meningkat lebih dari seratus persen. Ada rapat di sana-sini dan kunjungan ke berbagai lokasi adalah sarapan kesehariannya. Nah! ditengah padatnya rutinitas itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Kebumen, Ir. Pudjirahaju selama tidak kurang dari tiga jam menemani tim Jelajah Inovasi menengok lokasi perbibitan sapi PO Kebumen.
Kebumenisasi Sapi PO adalah pertaruhannya agar menjadi sapi lokal unggul nasional, sekaligus menjadi sumber bibit sapi PO untuk kebutuhan nasional. Selama penjelajahan itu banyak informasi yang bisa diserap. Menurutnya Kebumensisasi program perbibitan sapi PO di Kabupaten Kebumen bertujuan untuk mendapatkan model perbibitan perdesaan sapi potong Peranakan Ongole (PO) Kebumen di daerah sentra produksi, meningkatkan kualitas bibit dan memproduksi bibit sapi PO Kebumen bersertifikat.
Tradisi peternak dan perjalanan sejarah sangat mendukung untuk menjadikan sapi PO Kebumen ini menjadi sumber bibit sapi PO untuk keperluan Nasional. Di Kebumen, katanya, peternak sudah terbiasa dengan sistem perkawinan sapi, mereka tidak akan mengawinkan sapinya dengan sapi yang asal-asalan, tapi mencari penjantan yang betul-betul berkualitas. Peternak disini sudah sadar.
Tingkat kesadaran akan kualitas bibit ini juga bisa dilihat dari sikap peternak. Seandainya sapi yang dipeliharanya lahir, biasanya mereka langsung mencari tenaga recording untuk melakukan pengukuran dan penimbangan.
Begitu juga dengan silsilah atau asal usul keturunan sapinya. Sapi PO Kebumen merupakan aset ternak lokal khas Kabupaten Kebumen yang telah dibudidayakan oleh masyarakat secara turun temurun sejak jaman kolonial Belanda. Menteri Pertanian juga sudah mengeluarkan Permentan 117/Permentan/SR.140/10/2014 tentang “Penetapan dan/atau Pelepasan Rumpun atau Galur Ternak/Hewan. Dengan peratuiran itu, maka Sapi PO Kebumen diajukan untuk ditetapkan sebagai salah satu rumpun/galur ternak dengan nama “Sapi PO Kebumen”.
Dengan ditetapkan Sapi PO Kebumen sebagai suatu rumpun/galur ternak, maka dari aspek hukum sudah mempunyai legalitas dan pemerintah bersama masyarakat akan berupaya untuk terus menjaga keberadaannya, melestarikan dan mengembangkan, sehingga akan lebih memberi manfaat bagi dunia peternakan khususnya di Kabupaten Kebumen dan Indonesia pada umumnya.
Program Perbibitan
Kegiatan Perbibitan di kabupaten Kebumen sudah mulai tahun 2011 di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong dengan Kelompok Pengelola Kelompok Tani Ternak Gelora Tani. Di tahun 2012 bertambah 2 kelompok. Tahun 2013 berkembang menjadi 20 kelompok, dan pada Tahun 2014 i melalui dana Tugas Pembantuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementrian Pertanian Republik Indonesia dilaksanakan Kegiatan Penguatan Pembibitan Sapi di Kabupaten Terpilih sebanyak 26 kelompok.
Kabupaten Kebumen juga sudah melakukan MoU dengan Instansi Pendamping pada tahun 2012 lalu dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dan Loka Penelitian Sapi Potong Grati dalam hal kerjasama pendampingan Kegiatan Perbibitan Sapi PO di Kabupaten Kebumen.
Penandatanganan nota kesepahaman tentang Pembibitan Sapi Peranakan Ongole Di Kabupaten Kebumen juga telah dilakukan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Republik Indonesia dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen pada bulan Agustus Tahun 2013.
Untuk membantu menyelamatkan populasi bibit yang bagus Pemerintah daerah sudah menyiapkan dana talangan penjaringan bibit sebesar Rp. 500 juta yang diserahkan ke Asosiasi Peternak Perbibitan sapi PO. Untuk mempertahankan kualitas bibit sapi PO digelar juga kontes dan lomba ternak.
Agrowisata
Di tengah penjelahan bersama bu Pudjirahaju, dia sempat mengajak ke Agrowisata Tambakmulyo. Agrowisata ini berada sekitar 10 menit sebelum objek Wisata Pantai Suwuk. Di dalam agrowisata yang terbentang sekitar 6 hektar itu berisikan beragam komoditas hortikultura dan yang cukup menarik di tanam ini ada sirsak madu yang jarang ditemukan di tempat lain.
“Bagi masyarakat yang akan berkunjung ke Pantai Suwuk, mereka boleh singgah di Agrowisata Tambakmulyo. Selain bisa membeli langsung hasil panen, pengunjung juga bisa belajar menanam tanaman” ujarnya menambahkan. Lis
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto