Hampir setengah hari lebih dua professor, Prof. Robert Manurung, Pakar Rekayasa Hayati ITB dan Prof. Pantjar Simatupang dari PSE KP melihat langsung perkembangan yang telah dicapai program pengembangan bioindustri berbasis tebu di Desa Blabak, Kecamatan Kendat, Kabupaten Kediri.
Di sepanjang pemantauan itu, para ahli ini banyak memberikan pencerahan dan kritik membangun agar program ini tidak berhenti sampai pada tahaban proyek saja. Prof. Robert misalnya dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sampai pilot proyek saja tetapi harus berkembang menjadi kawasan bioindustri yang mandiri.
Banyak komponen bioindustri yang bisa disaksikan di desa itu,misalnya ada unit pengolahan gula merah, unit olahan makanan, pemanfaatan lahan tebu dan aspek teknologi pada on farm-nya. Semua komponen itu, menurut Robert sangat terkait dengan penggunaan energi. Dia menilai, pada unit pengolahan gula merah dan produk turunan dari gula merah masih banyak energi yang terbuang. Ini terjadi karena sistem pengolahan masih tradisional dan tujuan pembuatan produk masih belum jelas.
Dia memberikan contoh, pada unit pengolahan gula merah, produk akhirnya adalah gula merah berukuran besar. Dari gula merah besar ini kemudian berlanjut pada unit pengolahan makanan menjadi kecap dan gula merah yang berukuran kecil. Efektifnya, gula merah ini tidak perlu dicetak berukuran besar,tetapi sudah mengarahkan produk untuk kebutuhan kecap. “tidak perlu gula itu dicetak dan dikeringkan, tetapi sampai pada tahap tertentu produk ini sudah bisa langsung didistribusikan untuk kecap.
Robert juga menyarankan, produk olahan kini yang sedang tren adalah gula cair. “banyak konsumen saat ini yang sudah beralih ke gula cair, misalnya hotel atau bisa juga di jual langsung ke warung-warung. Coba bayangkan mana yang lebih praktis, pakai gula putih kristal atau pake gula cair kalau mau membuat minuman, pastinya gula cair jauh lebih praktis” ujarnya menambahkan.
Dari keseluruhan pemantauan ini, dia berpendapat, untuk menunjang keberlangsungan kawasan bio industry ini perlu dibenahi berbagai proses yang terjadi di dalam bioindustri berbasis tebu ini.
Unit terpadu
Sebagai seorang pakar di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Prof. Pantjar Simatupang menyarankan agar dilakukan penataan ulang unit-unit bioindustri ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Dia mencontohkan, pada unit gula merah bisa digabungkan dengan unit pengolahan makanan. Begitu juga pada unit penyediaan sarana produksi on farm seperti biourin bisa disatukan pada unit peternakan yang berperan sebagaia unit pengolahan limbah ternak. Pantjar yakin unit bioindustri yang ada dilihat di Desa Blabag ini akan jauh lebih baik. Lis
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto