Saturday, 31 October 2026


Mizu Istianto: Wisata Cara efektif Mengembangkan Buah Tropika

15 Feb 2016, 12:28 WIBEditor : Kontributor

DR. Mizu Istianto nama­nya, sudah tiga tahun ini dia diberi amanah untuk menjadi Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika). Ketika tim jelajah diterima di kantornya, pria Jawa Timur ini terkesan ‘kalem’, tetapi setelah berbincang agak lama baru terlihat sebuah obsesi besar yang diidamkannya.

Obsesi itu adalah menjadikan Balitbu Tropika menjadi sebuah destinasi wisata di di Indonesia. Dengan bahasanya yang lembut, dia berkata,” kawasan wisata edukasi yang tengah dirancang itu adalah cara paling efektif mem­bangun buah tropika Indonesia”.

Balitbu Tropik memiliki tugas menghasilkan teknologi inovasi buah tropika yang diperlukan masyarakat. Beberapa kegiatan yang harus  dilaksanakan oleh Balitbu Tropika, diantaranya adalah pengelolaan plasma nutfah buah tropika, menjadikan kebun percobaan sebagai pusat diseminasi teknologi inovasi dan wisata edukasi, serta menjadikan teknologi inovasi pendukung utama agribisnis buah.

Untuk pengelolaan plasma nutfah, Balitbu Tropika men­jadikan kebun percobaan sebagai pusat koleksi plasma nutfah buah tropika untuk menjamin keselamatan plasma nutfah buah dari kepunahan. Hal ini karena plasma nutfah buah di masyarakat semakin lama semakin berkurang karena diganti dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pemilik lahan.

Menurutnya, upaya penyela­mat­an plasma nutfah buah di masyarakat harus pula dilakukan dengan berbagai metode pen­dekatan. Salah satu metode pendekatan yang dipandang sangat efektif adalah dengan menggali manfaat ekonomi plasma nutfah tanaman buah bagi masyarakat.

Salah satu upaya tersebut adalah penyelamatan kerabat manggis, asam gelugur, yang semakin lama keberadaannya semakin berkurang karena dianggap kurang bermanfaat secara ekonomi. Hampir selama tiga tahun, Puslitbanghorti dan Balitbu Tropika bekerjasama dengan Bioversity Internasional melakukan penyelamatan kerabat manggis ini melalui pendekatan agribisnis di wilayah Sijunjung Sumbar.

Terobosan mengolah daun dan buah asam gelugur menjadi produk teh dirasakan manfaat ekonomi oleh masyarakat Sijunjung sehingga plasma nutfah menjadi terjaga karena memiliki nilai manfaat ekonomi. Upaya pendekatan inilah yang akan dijadikan model manajemen pelestarian plasma nutfah di ling­kungan masyarakat.

Agrowisata

Mizu menjelaskan transfer infor­masi teknologi inovasi kepada pengguna melalui peman­faatan kebun percobaan dibung­kus dengan konsep agrowisata. Dengan konsep ini diharapkan masyarakat peng­guna akan mene­rima informasi teknologi ino­vasi lebih ringan (tidak terbebani dengan penjelasan ilmiah ala peneliti) sambil berwisata.

Untuk itu Kebun percobaan dan agrowisata menjadi bagian tak terpisahkan sebagai salah satu metode untuk mempercepat proses adopsi teknologi oleh peng­guna.  

Balitbu Tropika memiliki 6 kebun percobaan yang berlokasi di Solok Sumatera Barat (KP. Sumani dan Aripan),  Subang Jawa Barat (KP. Subang), Pasuruan Jawa Timur (KP. Cukurgondang, KP. Kraton, KP. Pandean). Selama periode tahun 2010-2015, Balitbu Tropika memaksimalkan melakukan pembangunan sarana dan prasarana kebun percobaan termasuk membangun blok kebun contoh dalam rangka untuk menjadikan kebun percobaan sebagai percontohan penerapan teknologi inovasi.

Saat ini, semua kebun per­cobaan telah menerapkan sistem pengairan drip irigasi untuk memenuhi kebutuhan air di musim kemarau sehingga penampilan tanaman dan produksi menjadi optimal. Pelayanan kepada tamu juga semakin meningkat mutunya dengan tersedianya ruang per­temuan yang baik, nyaman, luas, dan bersih. Lis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018