Saturday, 31 October 2026


Berawal dari Hutan Berakhir di Kesejahteraan

15 Feb 2016, 14:18 WIBEditor : Kontributor

Asam Gelugur mem­bawa nikmat. Rasa asam­nya kini telah terasa manis, setelah eksplorasi kerabat manggis seperti asam gelugur telah mampu memberi rezeki buat masyarakat. Namun sukses ini bukan didapat begitu saja, tetapi melalui perjalanan panjang yang dilakukan oleh Balitbu Tropika Solok.

Bekerjasama dengan Bio­versity International dilaku­kan pencarian kekayaan hayati kerabat manggis dan rambutan yang telah dimulai sejak pertengahan tahun 2013. Hasil penelitian tentang keragaman spesies kerabat manggis dan rambutan pada 8 lokasi diketahui bahwa diversitas tertinggi untuk Garcinia  sp dan Nephelium sp dijumpai pada  Jorong Taratak Latang, dan Kampung dalam Sijunjung, Sumatera Barat.

Salah satu kerabat manggis yang dijumpai di daerah ini adalah asam gelugur (Garcinia atroviridis). Sebagian besar diantaranya terdapat di hutan, hanya sedikit yang ditanam di kebun dan pekarangan. Sudah dimanfaatkan sebagai bumbu masak, obat-obatan.

Berkat inovasi yang dikem­bangkan oleh Balitbu Tropika Solok, sekarang petani juga telah menghasilkan produk olahan asam gelugur, berupa Garci-tea. Sampai saat ini telah dibangun 2 buah community nursery pada dua lokasi yaitu di Jorong Taratak Latang dan Palintangan, Kecamatan Lubuk Tarok.

Pengolahan Asam Gelugur

Produksi teh ini berawal dari pengenalan kembali sumberdaya genetik lokal asam gelugur (Garcinia atroviridis) kepada masyarakat di tempat tumbuhnya yang sudah hampir punah dan dilupakan melalui kegiatan :”Konservasi dan Pemanfaatan kerabat manggis untuk kesejahteraan masyarakat yang dimotori oleh Badan Litbang Pertanian.

Kegiatan dimulai pada tahun 2013 yang diawali dengan eksplorasi sumberdaya genetik lokal di kabupaten Sijunjung dan memilih kelompok tani yang akan terlibat dalam kegiatan. Selanjut­nya dilakukan perbanyakan benih dan konservasi, menggali potensi pemanfaatannya. Aktivitas ini telah dikukuhkan dalam bentuk penandatanganan prasasti oleh Badan Penelitian dan Pengem­bang­an Pertanian dengan Peme­­rintah Daerah Kabupaten Sijunjung

Garci-tea ini diproduksi oleh KWT Komunitas Lokal Bio­versity Nagari Latang, Kabu­paten Sijunjung, Sumatera Barat yang diketuai oleh Ibu Syas Junita yang merupakan binaan Puslitbang hortikultura dan Pemda Sijunjung. Kelompok Wanita Tani yang diwakili oleh Ibu Syas Junita dan produk Garci-tea meraih juara umum pada City Microentrepreneurship Award 2015 yang dilaksanakan oleh UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia bekerjasama dengan Citi Foundation dan Citi Peka. Ellina Mansyah, Edison, Noflindawati, Mizu Istianto/Lis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018