Kendala utama pengembangan pertanian pada lahan masam adalah kekurangan atau kahat unsur P. Akibatnya, pertumbuhan tanaman akan sangat terganggu sekalipun unsur hara lainnya seperti N dan K tersedia dengan cukup. Oleh karena itu pemecahan masalah kekurangan unsur P pada lahan masam sangat penting.
Penggunaan batuan FA merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah kekurangan pupuk an-organik, khususnya pupuk sumber unsur P di tingkat petani dan tingginya subsidi pupuk oleh Pemerintah. Penggunaan batuan FA dapat menjadi substitusi bagi pupuk an-organik sumber unsur P, seperti SP36 atau TSP.
Penelitian lapangan penggunaan batuan FA sudah dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Taman Bogo, Lampung Utara selama 5 musim tanam (MT) pada usahatani jagung. Pada penelitian lapangan tersebut digunakan batuan FA dari Maroko yang mengandung unsur hara P2O5 sekitar 27-28% dan CaO sekitar 40-41%.
Batuan FA selain mengandung unsur hara P juga mengandung kapur yang cocok untuk kondisi lahan kering masam, seperti di KP Taman Bogo. Lokasi penelitian lapangan tersebut merupakan salah satu kebun percobaan milik Badan Litbang Pertanian yang dikelola oleh Balai Penelitian Tanah.
Kurangi Biaya
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa selama 5 MT penggunaan unsur hara P dari batuan FA lebih sedikit daripada Cara Petani dengan pupuk NPK dan SP36 sebagai sumber hara P.
Apabila kita gunakan harga beli pupuk SP36 oleh petani sebesar Rp 2.500/kg maka harga unsur hara P2O5 itu sama dengan Rp 6.944/kg. Kita ketahui bahwa kandungan unsur P2O5 pada pupuk SP36 adalah 36% yang berarti pada setiap 1 kg pupuk SP36 mengandung 0,36 kg P2O5.
Dari penelitian diketahui bahwa biaya penggunaan batuan FA lebih murah dari pada penggunaan NPK dan SP36 sebagai sumber hara P. Pengurangan biaya penggunaan pupuk dengan batuan FA mencapai Rp 1,37 juta/ha dan Rp 1,62 juta/ha masing-masing dibandingkan dengan sumber unsur P dari pupuk NPK dan SP36 selama 5 musim tanam.
Pengurangan atau penghematan biaya usahatani bagi petani pada dasarnya sama dengan tambahan keuntungan usahatani. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan batuan FA pada tanaman jagung dapat meningkatkan pendapatan usahatani dari sisi penghematan biayanya.
Tingkatkan Produksi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan batuan FA dapat meningkatkan produksi jagung, terutama setelah musim tanam kedua dan ketiga. Selama 5 musim tanam tambahan produksi jagung dapat mencapai 2,9 ton/ha dan 2,2 ton/ha, masing-masing jika perlakuan batuan FA dibedakan dengan Cara Petani dan SP36.
Pada tingkat harga jual jagung pipilan kering Rp 2.500/kg maka tambahan nilai produksi jagung sebagaimana disajikan pada kedua tabel di atas mencapai Rp 4,7 – 7,3 juta/ha dan Rp 2,9 – 5,5 juta/ha jika perlakuan penggunaan batuan FA dibandingkan dengan Cara Petani dan pupuk SP36, selama 5 MT. Dengan demikian dari sisi produksi penggunaan batuan FA dapat meningkatkan pendapatan usahatani jagung.
Perpaduan antara penghematan penggunaan pupuk (biaya usahatani) dan peningkatan produksi (penambahan pendapatan) menghasilkan tambahan keuntungan usahatani mencapai Rp 6,8 – 8,2 juta/ha selama 5 MT jagung. Tambahan nilai keuntungan usahatani tersebut dicapai pada dosis penggunaan batuan FA 1000 kg/ha (1x selama 5 MT) dan 500 kg/ha (2 x selama 5 MT). Dr. Irawan - Peneliti Balittanah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto