Indo Combine Harvester
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mencanangkan program penyediaan padi sebesar 75,7 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2014. Namun upaya mencapai target tersebut selalu dibayang-bayangi berbagai kendala.
Misalnya, menurunnya luas areal sawah akibat konversi pemanfaatan, ancaman perubahan iklim global, terbatasnya air irigasi, menurunnya kinerja sebagian besar sistem irigasi dan masih tingginya susut panen padi. Bahkan kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian dan menurunnya minat generasi muda pada usaha sektor pertanian kini menjadi ancaman tersendiri bagi upaya peningkatan produksi padi.
Untuk menghindari peluang ancaman diperlukan intervensi mesin-mesin pertanian, baik saat tanam maupun pemanenan padi. Penerapan mesin-mesin tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tenaga kerja, mempercepat dan mengefisiensikan proses dan menekan biaya produksi.
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Haryono, kendala lain dari target pencapaian keberlanjutan swasembada beras nasional adalah susut hasil pada saat panen (potong-angkut-rontok). Susut hasil yang terjadi saat ini untuk proses panen paling rendah mencapai 10% dari total hasil yang dicapai. Dengan menggunakan mesin pemanen, susut panen dapat ditekan bisa menjadi 2-5%.
Hal ini karena pada proses potong-angkut-rontok dengan cara manual dilakukan dalam satu proses (potong-rontok-pembersihan-sortasi) yang dilakukan mesin panen. Jika hasil panen padi metode jajar legowo rata-rata mencapai 7,2 ton/ha, maka dengan mesin panen akan diselamatkan gabah seberat 0,576 ton/ha.
“Penggunaan mesin panen padi dapat mengurangi pemakaian tenaga kerja dari kisaran penggunaan tenaga kerja 30-50 HOK/ha menjadi hanya 3 orang per mesin pemanen,” katanya.
Satu unit mesin panen padi dapat memanen padi seluas 4-6 ha/hari, sehingga sangat membantu kecepatan dan efisiensi panen padi. Dengan keunggulan penerapan mesin panen padi untuk menyelamatkan susut panen, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menghasilkan prototipe mesin panen padi Indo Combine Harvester.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto