Saturday, 31 October 2026


Laskar Pelangi Berjumpa Dewi Sri

05 Sep 2016, 10:52 WIBEditor : Kontributor

“Sebagian besar orang tua kami di desa ini dulu bekerja di PT Timah. Tahun 1970-an kehidupan kami begitu sejahtera, perusahaan menyiapkan segala kebutuhan hidup pekerjanya. Apalagi kalau mau lebaran, bahan baju baru diberikan. Jadi jangan heran, kalau lebaran kami pakai baju yang coraknya hampir sama semua” Ujar Siswadi Usman, Kepala Desa Gantung Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Begitu gampang rupiah didapat dengan cadangan timah yang begitu banyak, tidak perlu repot-repot untuk mendapatkannya, hanya dengan mengupas tanah lapisan atas 1-2 meter, timbunan pasir timah sudah diraih. Anugrah Ilahi ini berlangsung sejak zaman Belanda, Jepang, era kemerdekaan dan hingga kini.

Kejayaan timah memang cukup dirasakan oleh masyarakat yang berusaha atau bekerja di perusahaan itu. Namun tetap saja ada sisi antagonis didalam kejayaan itu. Sisi kemiskinan masyarakat Gantung di pusat timah itu diangkat oleh seorang novelis Andrea Hirata menjadi sebuah novel yang sangat fenomenal. Novel itu adalah Laskar Pelangi yang bercerita tentang 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di Sekolah Dasar Muhamadiyah di Gantung.

Sepuluh anak yang dijuluki dengan sebutan ‘Laskar Pelangi” harus berjuang menghadapi segalah keterbatasan hidup dan kabarnya kisah ini adalah bagian dari perjalanan hidup sang penulis novel. Begitu fenomenal novel itu hingga akhirnya diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama dengan novelnya. Keberhasilan film itu membuat daerah Belitung Timur menjadi tujuan wisata ke-10 dunia.

Jelajah Belitung

Alhamdulilah! Minggu lalu Tim Jelajah inovasi berhasil melihat langsung fenomena Belitung dan peluang pengembangan pertanian. Penjelajahan kali ini didukung langsung oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka-Belitung, Dr. Ir. Rubiyo,M.Si  dengan menyertakan dua orang pendamping yang setia mengikuti penjelajahan ke seluruh pelosok Belitung yakni Ahmadi, SP, M.Sc, Peneliti  dan Dede Rusmawan, SP, Kepala Kebun Percobaan (KP) Gantung, BPTP Babel.

Di Desa Gantung ini, BPTP sudah memiliki Kebun Percobaan (KP) Gantung yang merupakan lahan hiba seluas 10 hektar dari pemerintah Desa Gantung. Hiba lahan ini jelas menunjukkan bahwa petani di daerah ini sudah lama memimpikan hadirnya lembaga penelitian untuk menolong pertanian di sana.

Didesa Gantung ini  pula sejak tahun 2015, BPTP mencoba mengubah kemustahilan menjadi keberhasilan. Betapa tidak, ribuan hektar lahan-lahan eks tambang galian C (Pasir kuarsa) yang dihadapi oleh petani tidak dapat dimanfaatkan. Lahan-lahan ini dikenal sebagai lahan kritis dan tidak mungkin untuk ditanami padi.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018