Selain nanas dan kopi yang tumbuh dengan baik, ada jeruk di lahan pasang surut. Tepatnya di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat yanag mulai dirintis sejak 4 tahun yang lalu.
Luas pertanaman jeruk di Kabupaten Tanjung Jabung Barat 153 ha, Kecamatan Betara 130 ha dan 100 ha diantaranya berada di Desa Bunga Tanjung. Komoditas jeruk merupakan pilihan setelah pinang dan kopi. Permasalahan pada budidaya jeruk, petani secara umum belum melakukan budidaya sesuai teknologi anjuran.
Sejak tahun 2015 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, melakukan pendampingan teknologi dengan program Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH). Kelompoktani “Mekar Hijau Rimbun I” sebagai lokasi demplot.
Teknologi intoduksi yang telah dilakukan adalah pembuatan pupuk organik yang bersumber dari limbah kulit kopi, dimana selama ini belum dimanfaatkan, pembuatan pestisida nabati dari berbagai sumber, sesuai dengan hama sasaran, pembuangan tunas-tunas air dan cabang-cabang yang tidak produktif, pemasangan alat perangkap hama lalat buat dan hama kepik, serta panen dan pasca panen.
Dari hasil pendampingan terlihat bahwa terdapat perbedaan tanaman sebelum dan pada saat 1 (satu) tahun pendampingan, dimanan tingkat serangan hama kepik terdapat penurunan dari 5,1 menjadi 1,1 %, demikian juga pertumbuhan tajuk tanaman lebih subur dan daun berwarna hijau lebih segar atau cerah dibanding sebelum pendampingan.
Terjadi peningkatan jumlah buah per pohon dan berat buah perpohon dari sebelum dan pada saat pendampingan atau terjadi peningkatan produksi sebesar 25 sampai 40 %. Kebiasaaan petani pada kawasan pendampingan melakukan panen muda terhadap buah jeruk yang digunakan untuk jus dengan kisaran harga Rp. 5.000,- sampai Rp. 7.000,- per kg padahal dengan menunggu waktu 1 sampai 1,5 bulan dapat dilakukan panen matang dengan kisaran harga Rp. 10.000,- sampai Rp. 12.500,- per kg.
Dengan pendekatan dan penelitian bersama petani, panen muda sudah dapat dikurangi kecuali untuk penjarangan buah pada umur 4 bulan sejak pembuahan dari 10 % waktu sebelum pendampingan dan 60,24 % pada saat pendampingan.
Pamelo Di Candi Astana
Selain jeruk keprok dan jeruk siam, dijambi juga menyimpan Jeruk pamelo yang diberi nama Varietas Astana. Jeruk Astana yang berada di dalam kawasan candi Muaro Jambi ini bisa mencapai berat lebuh dari 8 kg per buah dan telah di lepas oleh Menteri Pertanian sebagai Buah Unggul nasional. Syafri Edi, Desi Hernita, Peneliti BPTP Jambi/Lis
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Ahmad Soim