Saturday, 31 October 2026


Biji Ajaib Di Tepi Toba

26 Sep 2016, 11:40 WIBEditor : Kontributor

Danau Toba memang banyak menyimpan keajaiban dunia. Kawah air tawar yang begitu indah telah mampu menghidupi 7 Kabupaten yang ada ditepiannya. Keajaiban berikutnya pun kini segera muncul, tepatnya ada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Di tempat itu telah berhasil dikembangkan biji botani bawang merah (true shallot seed/TSS) yang selama ini dianggap mustahil oleh masyarakat ‘perbawangan’ nasional.

Ada cerita klasik soal petani bawang nasional. Begini kira-kira ceritanya, untuk membudidayakan bawang untuk konsumsi umumnya petani menggunakan benih yang berasal dari bawang konsumsi. “rata-rata petani membeli bawang, kemudian dipilah-pilah. Bawang berukuran besar langsung mereka jual, nah untuk yang kecil biasanya digunakan petani sebagi umbi benih. Ujar Ir. Sorta Simatupang, M. Si, Peneliti Bawang Merah di Balai Pengkajian Teknolog Pertanian (BPTP) Sumatera Utara.

Kebiasaan ini seperti telah menjadi budaya di masyarakat. Padahal, kata Sorta lagi, “bawang yang berukuran kecil itu sudah jelas menunjukkan bahwa kualitasnya tidak bagus, celakanya lagi kalau bawang kecil ini ternyata telah masuk pada kategori mati gadis, maka dipastikan budidaya bawang itu tidak akan menguntungkan”. 

Benih memang menjadi persoalan pokok bawang merah, umbi benih yang dipakai petani diperlukan dalam  jumlah yang banyak. Contohnya untuk satu hektar saja diperlukan umbi benih paling tidak 1 ton dengan harga bawang konsumsi yang mencapai Rp. 50.000 per kg, maka diperlukan Rp. 50 juta untuk membeli benih itu. Karena itu, penggunaan umbi benih ini harus segera diganti dengan biji botani yang jauh lebih murah, berdaya simpan lama, bebas penyakit, dan gampang dibawa kemana-mana.

Biji Ajaib

Kebun Percobaan (KP) Gurgur adalah tempat dikembangkannya biji  ajaib itu. Untuk mencapai lokasi ini kita harus menempuh 7 jam perjalanan darat dari Medan ibu kota Sumatera Utara. Kendati cukup jauh, keindahan Danau Toba cukup untuk membayar kepenatan perjalanan itu. KP yang berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan laut itu memiliki prospek yang sangat besar dalam pengembangan TSS.

KP Gurgur memiliki tanah yang ringan dengan kandungan pasir tinggi  (drainase yang baik) dengan luas lahan 35.2 ha yang terdiri dari 2 ha ditanami dengan koleksi buah lengkeng, jeruk, dan jambu, 8 ha untuk pengembangan tanaman semusim, 6 ha untuk tanaman kopi lintong atau gayo, 1 ha sebagai sumber air kebun, 14,9 ha jurang yang dapat ditanami tanaman semusim, dan 3,3 ha sebagai lokasi kantor dan perumahan.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018