Kepala Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Lembang, Catur Hermanto menjelaskan keberhasilan yang telah dicapai dalam inovasi teknologi TSS ini perlu segera diakselerasi.
Program akselerasi ini tentunya membutuhkan dukungan banyak pihak seperti Direktorat Perbenihan Hortikultura, Pemerintah daerah dan Bank Indonesia yang juga memiliki berbagai program pengembangan komoditi pertanian.
Akselerasi ini bertujuan untuk mempercepat mengatasi masalah bawang merah di Indonesia. Balitsa tentunya tidak segan-segan akan melakukan pendampingan teknologi kepada semua stake holder dalam membangkitkan kembali bawang merah Indonesia. Lis
M. Azhar Harahap, Harapan Baru Bawang Merah Sumatera Utara
Keberhasilan panen biji botan bawang merah di KP Gurgur ini dinilai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai harapan baru untuk membangkitkan kembali bawang merah di Sumatera Utara.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut Ir. M. Azhar Harahap menegaskan, panen ini adalah langkah awal solusi yang didapatkan dalam rangka mengatasi masalah kebutuhan bibit bawang merah di Sumut. Produksi bawang lokal baru bisa memenuhi kebutuhan 28% persen.
Untuk itu, “Kita harus menambah luas tanam bawang 4000 hektar lagi, potensi ini ada di 7 kabupaten sekitar Danau Toba untuk bawang dataran tinggi dan telah dilakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk melakukan percobaan di dataran rendah di 5 Kabupaten, seperti di Kabupaten Serdang Bedagai dan Batubara.
Menurutnya, “masalah ini sudah berlarut-larut puluhan tahun yang lalu. Masalah bawang tidak bisa kita tuntaskan makanya saya sangat berterima kasih hari ini, saya berharap dari keberhasilan BPTP Sumut dalam memproduksi biji bawang TSS adalah awal momentum untuk melangkah ke depan” Lis
Difi A. Johansyah, Biji Bawang Atasi Inflasi
“Saya kaget hari ini saya bisa lihat sendiri, ternyata bawang merah menghasilkan biji dan bunganya bagus. Selama ini kami baru berhasil mengembangkan bawang merah dengan umbi” Begitulah bentuk kekaguman Kepala Perwakilan BI Medan Difi A. Johansyah melihat keberhasilan teknologi TSS di KP Gurgur.
Difi menjelaskan, teknologi biji yang dilihat ini ternyata jauh lebih murah dibandingkan dengan umbi, sehingga dia yakin sekali komoditi bawang yang menjadi penyumbang inflasi di Sumatera Utara akan bangkit kembali. Lis
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Ahmad Soim