Pertanyaan :
Tak terlalu jauh dari rumah saya terdapat kandang pemeliharaan ayam broiler dengan populasi ayam yang lumayan banyak. Di saat-saat tertentu terutama pada malam hari tercium bau tak sedap yang datang dari lokasi perkandangan.
Yang saya tanyakan, mengapa sampai bisa terjadi bau demikian menyengat di kandang padahal saya yakin secara rutin petugas kandang telah membersihkan kotoran ternak karena di daerah saya kotoran ternak juga laku dijual untuk bahan baku pembuatan pupuk organik. Bagaimana cara mengatasi masalah bau di kandang ayam ? mohon penjelasan dari Sinar Tani. Atas jawaban yang diberikan disampaikan terima kasih.
Toni, Pati
Jawaban :
Memang masalah bau kandang biasa muncul di suatu usaha peternakan termasuk peternakan ayam. Bau yang menyengat kadang menjadi penyebab munculnya komplain dari masyarakat, apalagi jika lokasi kandang ayam berdekatan dengan pemukiman penduduk.
Pada intinya bau itu timbul karena ternak ayam setiap hari menghasilkan kotoran yang sangat berbau. Banyak hal yang membuat kotoran yang dihasilkan ayam sangat berbau menyengat antara lain karena faktor pakan yang diberikan.
Seperti diketahui sekarang ini banyak sekali beredar pakan jadi untuk ayam di pasaran dengan kandungan protein yang berbeda-beda. Ada yang mengandung protein cukup tinggi, berkisar 17-23% . Apabila karena sesuatu hal organ pencernaan ayam tak bisa mencerna pakan dengan sempurna maka kotoran ayam masih mengandung banyak protein. Sisa Protein yang keluar bersama kotoran inilah yang membuat kotoran ayam menjadi berbau sangat menyengat.
Kandang berbau menyengat juga bisa karena kandungan amonia yang tinggi di dalam kandang. Cara mengontrol amonia bisa dengan mengatur sirkulasi udara secara baik, memperbaiki manajemen pemeliharaan ayam serta menggunakan zat kimia tertentu yang mampu bekerja mengikat amonia.
Di pasaran kini banyak beredar suatu produk berupa ekstrak herbal yang kandungan di dalamnya mampu mengikat amonia secara aman meski digunakan dalam jangka waktu lama, tanpa efek samping dan menimbulkan residu di produk daging ayam atau telur yang dihasilkan dari usaha peternakan ayam.
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Pimpinan Redaksi