Saturday, 31 October 2026


Instore Dryer - Bawang Cepat Kering, Berdaya Simpan Lama

18 Apr 2017, 10:36 WIBEditor : Kontributor

Tradisi penanganan pasca panen dengan cara pen­jemuran memang sudah ada sejak dulu. Namun cara ini ternyata memiliki banyak kekurangan. Jika cuaca bagus, paling tidak perlu waktu selama 10 hari pengeringan. Tapi, celakanya lagi kalau hujan terus mengguyur, dipastikan proses pengeringan bawang semakin lama atau bahkan mengalami ke­busukan.

Hasil observasi lapang pada tahun 2016 diketahui bahwa kehi­langan tertinggi terjadi pada pro­ses pengeringan dan penyim­­­panan. Pada saat panen-pe­ngeringan (2-3 hari) kehilangan hasil berkisar 25-30% dan setelah pengeringan 10 hari (untuk bibit) berkisar kehilangan mencapai 45-55%. 

Teknologi terkini yang sedang dikembangkan oleh BB Pasca­panen adalah Instore Dryer (ID), sebuah teknologi pengeringan seka­ligus penyimpanan yang mampu mempercepat proses pe­nge­ringan, hanya 2-3 hari dan memiliki kemampuan berdaya simpan lama.

Siti Mariana Widayanti, Peneliti BB Pascapanen menjelaskan, ID ini serupa dengan gudang penyim­panan yang dilengkapi dengan tungku pemanas, pengatur suhu dan kelembaban dan rak-rak penampung bawang.

Pelayuan di tingkat petani sampai kering askip berkisar antara 7-10 hari tergantung cuaca. Dengan ID, pelayuan dapat dilakukan selama 3-4 hari meng­gunakan suhu 40-45oC dengan kelembaban sekitar 50-60%.

ID sangat diperlukan oleh petani bawang pada saat musim penghujan dimana tidak ada sinar matahari untuk melayukan/mengeringkan bawang. Kerusakan bawang untuk bibit yang disimpan selama 3 bulan oleh petani sekitar 35-45%.

Sedangkan jika menggunakan ID kerusakan hanya sekitar 16,5%. Sedangkan jika ID akan digunakan sebagai tempat pe­nyim­panan maka suhu yang diguna­kan sekitar 28-30oC dengan RH 70-80%.

ID ini juga bisa berperan ganda, tidak hanya sebagai tempat pegeringan, tapi sekaligus bisa dijadikan tempat penyimpanan. “Nah, pada tahap penyimpanan kelembaban berkisar antara 80-85% dengan suhu sekitar 30 derajat. Dengan cara ini, kesegaran bawang merah bisa dipertahankan hingga waktu yang cukup lama. Masya­rakat umumnya meng­ingin­kan bawang yang disimpan itu dalam bentuk segar” ujarnya.

Target penyimpanan ini adalah selama 3 bulan dengan kelembaban 80 persen. Walaupun ada kerusakan, maka kerusakan ini tidak terlalu besar. Kalau penyimpanan yang dilakukan petani dengan cara konvesional, kerusakan itu bisa mencapai 30 persen, sedangkan dengan tekno­logi ini kerusakan paling besar mencapai 16 persen.

Sedangkan soal besarnya investasi yang harus dikeluarkan petani untuk membuat ID ini, menurut tidak begitu mahal. Kurang dari Rp. 100 juta rupiah, ID ini bisa dibuat. Biaya ini juga tergantung besarnya ukuran ID yang akan dibuat, semakin besar ukuran ID maka akan semakin mahal.

Keunggulan ID menurut Wida mampu menekan kerusakan bawang merah dari 20% menjadi 10% dan mempertahankan kuali­tas (warna, tekstur dan VRS). Disamping itu, daya simpan lebih lama, dari 4 minggu dengan cara konvensional menjadi menjadi 2-3 bulan.nLis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018