Sunday, 01 November 2026


Potensi Kemiri Sang Sunan

14 Feb 2014, 14:47 WIBEditor : Kontributor

Nama kemiri sunan sepertinya bukan diberikan begitu saja tanpa alasan, pasti ada cerita di belakangnya. Menurut M. Syakir, kemiri ini asalnya didatangkan dari Filipina dan pertama kali dikembangkan di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Dari sini pula nama sunan (Reutealis trisperma  Blanco/Airy Shaw) tersebut digunakan sebagai identitas kemiri ini.

Tanaman ini merupakan tumbuhan asli Filipina yang banyak ditanam di daerah Jawa Barat pada lokasi dengan suhu udara berkisar antara 18-20ºC. Kemiri Sunan juga dapat ditemukan di elevasi rendah sampai ketinggian di atas 1.000 m di atas permukaan laut. Kanopi tanaman kemiri sunan rapat dan lebar sehingga mampu menahan butiran air hujan.

Dengan kanopi yang rapat tersebut, kemiri sunan dapat  mengurangi erosi karena butiran air tidak langsung menerpa permukaan tanah. Akar tanaman ini berjenis akar tunggang, menyebar ke dalam dan ke samping, sehingga dapat berfungsi sebagai penahan tanaman, meningkatkan penyerapan dan penyimpanan air, dan mencegah tanah longsor. Karena tajuk kemiri sunan yang besar, pohon kemiri sunan dapat mengikat karbon dioksida dan menghasilkan oksigen dalam jumlah besar.

Dalam satu pohon kemiri sunan terdapat bunga jantan, betina dan hermaprodit. Penyerbukan pada bunga kemiri sunan umumnya dibantu oleh angin (allogami). Dua varietas unggul lokal yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian adalah Kemiri Sunan 1 dan Kemiri Sunan 2, masing-masing berdasarkan Kepmentan No. 4000/Kpts/Sr.120/9/2011 dan No. 4044/Kpts/Sr.120/9/2011. Nama lain kemiri sunan adalah kemiri minyak atau kemiri china.

Potensi yang dapat digali dari tanaman ini untuk mendukung pengembangan bioenergi, terutama dari endosperma biji yang mengandung minyak dan dapat diproses menjadi minyak pengganti solar atau biodiesel.

Minyak kemiri sunan selain untuk biodiesel dapat dijadikan bahan baku pernis, cat, sabun, minyak kain, resin, kulit sintetis, pelumas, kompos dan campuran pada pembersih atau pengkilap, bungkil sisa ekstrasi dapat diolah menjadi biogas, dari 3 kg bungkil dapat menghasilkan 1,5 meter kubik biogas atau setara dengan 1 liter minyak tanah.

 

Produksi biji kemiri sunan berkisar antara 50–289 kg/ph/thn, dari kernel dapat diperoleh minyak kasar sebesar 52,17%, kemudian dari minyak kasar tersebut dapat diperoleh biodiesel sebesar 88%, dan 12%  gliserol.  Badan Litbang Pertanian/Lis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018