Sunday, 01 November 2026


Menguak Inovasi Kelinci dari Lembah Kerinci

25 Feb 2014, 15:34 WIBEditor : Kontributor

Dari deretan gunung berapi yang berbaris dari Aceh hingga Papua, Gunung Kerinci adalah salah satu gunung berapi aktif yang juga masuk dalam kategori perlu diwaspadai. Artinya aktivitasnya bisa kapan saja berubah meletus seperti Gunung Sinabung di Sumatera Utara atau Gunung Kelud di Jawa Timur.

Gunung ini adalah gunung tertinggi di Sumatera, termasuk gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan salah satu gunung yang memiliki puncak tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Rekan-rekan jelajah inovasi, perjalanan kali ini boleh dikatakan cukup ‘seru’ dan melelahkan. Tetapi bukan bertujuan untuk menjelajah gunung tersebut, tetapi ingin menguak inovasi kelinci di kawasan kaki Gunung Kerinci. Dari beberapa daerah yang mengembangkan kelinci, Kecamatan Kayu Aro yang berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa inilah, inovasi kelinci berkembang pesat.

Awal perjalanan kali ini bermula dari Bandara Minangkabau, Sumatera Barat. Dari bandara yang kini terus diperluas itu, perjalanan darat dapat dimulai dengan menggunakan mobil. Sekitar 7-8 jam perjalanan dengan melintasi Kabupaten Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, baru kemudian Kabupaten Kerinci. Bagi rekan-rekan jelajah yang ingin menjelajahi jalur ini agar siap-siap menyediakan perbekalan baik berupa makanan dan bahan bakar kendaraan. “Paling tidak besin harus full”, kata Doni, driver yang setia menemani selama perjalanan ini.

Mengapa perbekalan ini penting? karena ada beberapa lintasan antara Kabupaten Solok Selatan dan Kerinci yang minim sekali infrastruktur. Pom bensin dan pertokoan yang menyediakan makanan sangat minim sekali, apalagi jika kita melintas malam hari. Bayangkan tim jelajah yang terdiri dari peneliti dari Balai Penelitian Ternak Ciawi, Pak Yono C. Raharjo dan Bram Brahmantiyo, perekayasa dari Mektan, Uning Budiarti dan teknisinya Khotim Mulyono berangkat dari Padang jam 15.00 baru sampai di Kerinci jam 23.00 WIB. Ketika ‘Sinta’ bertanya”, apakah tidak lebih mudah menuju Kerinci kalau kita dari Jambi?”. Bram menjawab, “jika perjalanan dari Jambi paling tidak diperlukan waktu 12 jam, selain itu ada titik-titik rawan jika perjalanan dilakukan malam hari”.

 

Mengenal Kerinci

Kabupaten Kerinci adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Indonesia. Kerinci ditetapkan sebagai Kabupaten sejak awal berdirinya Provinsi Jambi dengan pusat pemerintahan di Sungai Penuh. Pada tahun 2011, pusat pemerintahan berpindah ke Siulak. Kabupaten Kerinci memiliki luas 4.200 km² terdiri atas 11 kecamatan.

Menurut Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008, beberapa bekas kecamatan di Kabupaten Kerinci ditetapkan untuk menjadi bagian dari Kota Sungai Penuh. Kabupaten Kerinci memiliki 5 (lima) kecamatan, yaitu a. Kec. Hamparan Rawang, b. Kec. Kumun Debai, c. Kec. Pesisir Bukit, d. Kec. Sungai Penuh dan e. Kec. Tanah Kampung.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010, populasi Kabupaten Kerinci berjumlah 229.387 jiwa. Masyarakat yang mendiami kawasan ini adalah Suku Kerinci. Dan bahasa pengantar yang dipergunakan adalah Bahasa Kerinci.

 

Potensi Wilayah Sumberdaya Air

Potensi sumberdaya air di Kabupaten Kerinci sangat melimpah, karena letaknya yang berlokasi di dataran tinggi dengan kondisi topografi pegunungan dan hutan lebat, disertai beberapa alur sungai dan anak sungai. Sebagian aliran sungai dan anak sungai bermuara ke Danau Kerinci, kemudian mengalir melalui Sungai Batang Merangin sampai ke pantai timur Jambi. Sebagai gerbang utama arus ke luar deposit air dari Danau Kerinci, Sungai Batang Merangin merupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci.

Sungai lain yang terdapat di Kabupaten Kerinci adalah Sungai Sikai, Sungai Rumpun, Sungai Tanduk, Sungai Cibudak, Sungai Dadap, Sungai Simpang Tutup, Sungai Siulak Deras, Sungai Koto Rendah, Sungai Bukit Sembahyang, Sungai Dusun Baru, Sungai Pendung Mudik, Sungai Air Patah, Sungai Terung, Sungai Semurup, Sungai Tutung, Sungai Bungkal, Sungai Batang Serong, Sungai Renah Kayu Embun, Sungai Batu Lumut, Sungai Tanah Kampung, Sungai Hiang, Sungai Batang Sangir, Sungai Betung Kuning, Sungai Cupak Raja Seleman, Sungai Talang Kemulun, Sungai Lubuk Pagar, Sungai Tapan, Sungai Air Jernih, Sungai Air Terjun, Sungai Air Lintah, Sungai Talang Kemuning, Sungai Rawa Air Lingkat, Sungai Rumpun dan Sungai Renah Sako.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018