Sunday, 01 November 2026


Kerusakan Lahan Berkurang, Efisiensi Padi Meningkat

07 Mar 2014, 11:42 WIBEditor : Kontributor

Menjelajah PUTS

Jelajah inovasi kali ini cukup menarik, kita tidak membahas inovasi soal komoditi pertanian, tetapi kita mencoba untuk menjelajahi sejauh mana inovasi teknologi dalam bentuk peralatan yang mampu menunjang efisiensi dan akurasi pemupukan untuk lahan-lahan sawah. Awalnya, “Sinta” berpikir bahwa jelajah ini akan biasa-biasa saja, tetapi setelah berjelajah dari Kabupaten Bekasi hingga ke Bandung Barat, sebuah alat yang sederhana yang menjadi obyek penjelajahan bernama Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) berdampak luas untuk menunjang produksi padi nasional.

Rasa biasa-biasa saja itu bermula ketika “Sinta” diperlihatkan sebuah tas jinjing yang berisi tabung kimia, botol-botol cairan dan kertas berisi warna-warna sebagai indikatornya oleh Tim Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Bogor. Namun setelah dijelaskan bahwa alat ini bisa digunakan untuk mengetahui kandungan unsur hara nitrogen, posphat dan kalium di lahan sawah, barulah cakrawala pikiran bekerja.

“Wah jika memang kemampuan alat ini akurat menentukan unsur itu, pastinya pemupukan N, P dan K akan akurat, tidak akan jor-joran seperti zaman ‘doeloe’,” begitu “Sinta” bergumam setelah mendengar pencerahan itu.

Dari rasa kagum ini, semangat penjelajahan dan rasa ingin membuktikan di lapangan semakin besar. Awal perjalanan ini tentunya dimulai dari Balittanah kemudian rute penjelajahan dilanjutkan kedua kabupaten yang telah disebutkan terdahulu. Dari Bogor ke Kabupaten Bekasi tentunya tidak terlalu sulit, perhitungan awal perjalanan diperkirakan hanya akan ditempuh 2 jam, tetapi faktanya setelah memasuki jalan tol Cikampek persis di pintu keluar menuju Perumahan Delta Mas antrian panjang sudah menunggu, kurang dari satu jam tim penjelajahan yang terdiri dari Ir. Joko Purnomo, M.Si dan Ijang Isyapudin, A.Md bersama “Sinta” bisa menembus kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi. Alhasil total perjalanan ini lebih dari 3 jam.

Di kawasan perkantoran ini terdapat Kantor Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP). Di kantor ini, sejak pagi telah berkumpul kelompok tani dan penyuluh yang telah menggunakan alat PUTS tersebut.

Terbatas

Rekan-rekan jelajah, sebelum kita meneropong manfaat PUTS bagi penyuluh dan kelompok tani ada baiknya kita simpulkan terlebih dahulu hasil perjalanan ini. Di antara point penting yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah adalah alat ini sudah dicintai oleh penyuluh dan kelompok tani. Jika sebelumnya rekomendasi pemupukan masih belum spesifik lokasi, maka dengan menggunakan PUTS petani dalam waktu cepat dan hasil yang akurat dapat mengetahui secara persis berapa keperluan pupuk urea, TSP dan kaliumnya, sehingga dengan cara ini pemupukan akan lebih efisien. Di samping itu, dengan efisiensi ini akan diperoleh tambahan keuntungan dalam usaha tani padi.

Namun sayangnya, ketersediaan alat ini masih sangat terbatas, bahkan di Kabupaten Bandung Barat ada Balai Penyuluhan Pertanian yang harus ngantri untuk mendapatkan giliran pemakaian alat tersebut ke kelompok taninya.

PUTS ini juga bukan sekedar mampu menghitung kebutuhan pupuk yang diperlukan, tetapi memiliki peluang usaha bagi kelompok tani seperti di Kabupaten Bekasi yang memang telah mengembangkan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Untuk mengetahui lebih jauh pengalaman kelompok tani dan penyuluh terhadap penggunaan alat ini, ikuti terus laporan ini.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018