Sunday, 01 November 2026


Rumah Indah di Timur Jakarta

26 Mar 2014, 10:45 WIBEditor : Kontributor

Blusukan! Gaya yang dipakai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi perlu juga kita pakai untuk menelisik model-model rumah yang berbasis pertanian ‘alias’ pertanian perkotaan. Di timur Jakarta, tim penjelajah inovasi kali ini mencoba blusukan menelusuri rumah tangga yang telah menerapkan sistem pertanian dengan pendekatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Menuju Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur tujuan awal perjalanan kali ini. Dari ‘markas besar’ Tabloid Sinar Tani yang berkedudukan di Ragunan, Jakarta Selatan, hanya diperlukan waktu setengah jam ke pasar yang cukup melegenda itu. Perjalanan kali ini cukup beruntung, tim jelajah langsung dipimpin oleh Kepala BPTP DKI Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si yang didampingi oleh dua peneliti Dr. Bachtar Bakri dan Dr. Yudi Sastro.

Sebelum tim masuk ke kawasan Pasar Kramat Jati, ada bayangan kurang bagus, ”penataan lapak pedagang yang semrawut, tumpukan sampah di mana-mana dan bau tak sedap biasanya menjadi pemandangan khas sebuah pasar di negeri ini”. Tapi ternyata bayangan itu salah, citra buruk yang ada sekitar lima tahun lalu itu, saat ini sudah berubah total.

Lapak pinggir jalan yang kerap memacetkan jalan sudah tidak ada, gundukan sampah di mana-mana sudah minim sekali dan bau tak sedap pun telah menghilang. “Wah, hebat sekali pasar induk ini, mudah-mudahan pasar tradisional ini akan bercita rasa modern”, begitu gumam Sinta tertegun melihat Kramat Jati saat ini.

Rekan jelajah inovasi, kunjungan kita kali ini bukan untuk membongkar sukses Pasar Kramat Jati itu, tetapi lebih dari itu kita akan meneropong rumah tangga yang berbatasan langsung dengan pasar tersebut. Satu dari banyak kawasan lingkar pasar adalah Kelurahan Tengah, obyek kunjungan ini adalah ke RW 10, Kecamatan Kramat Jati, Kota Administrasi Jakarta Timur.

Di kelurahan itu ada tokoh masyarakat bernama H. Ramin Sa’aman. Sebelum sampai ke rumah pak Ramin, kita mencoba menelusuri gang-gang kecil dan menariknya Ibu-ibu rumah tangga yang ada di sepanjang gang tersebut sibuk dengan kegiatan mengupas bawang. Ketika Sinta bertanya: ”apa bawang itu milik sendiri?”, ibu Etty menjawab, “itu ibu-ibu sedang mengambil upahan mengupas bawang dari juragan-juragan pengolahan bawang goreng”.

Hampir setiap rumah tangga di seputaran Kramat Jati kebagian rezeki ini. Namun masalahnya, aktivitas ini dulu menimbulkan tumpukan-tumpukan sampah. Tidak sedikit dari mereka yang membuang sampah ke saluran air yang melintas di kawasan tersebut.

Namun sekarang! Gang yang kira-kira berjarak 100 meter hingga ke rumah pak Ramin tertata rapi, kalau ada tumpukan sampah sudah dibungkus di dalam kantong-kantong yang akan dikirim ke pak Ramin untuk diolah menjadi kompos. Gang bersih dari sampah, tanaman sayuran menghijau di setiap rumah sehingga terlihat indah dan asri di kawasan ini. Begitu terlatihnya warga di sini, sampai-sampai pak Ramin kadang-kadang kekurangan sampah untuk diolah.

“Hampir di setiap rumah sekarang ini tidak ada sejengkal lahan yang tidak digunakan untuk menanam, sehingga untuk kebutuhan sayuran di rumah tangga seperti cabe bisa dipenuhi sendiri. Apalagi kami saat ini dibina oleh BPTP DKI Jakarta, banyak teknologi maju yang kami pakai dalam pemanfaatan lahan”, ujar Ramin bangga dengan keberhasilan ini. Atas keberhasilan itu, Menteri Pertanian, Suswono pun pernah berkunjung ke lokasi tersebut.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018