Sunday, 01 November 2026


Penas XIV 2014 Malang, Menjawab Kebutuhan Teknologi dan Pemuda

04 Jul 2014, 16:35 WIBEditor : Kontributor

Alhamdulillah, Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan 2014, Malang, Jawa Timur telah berjalan sukses, dibuka pada 7 Juni 2014 dan ditutup tanggal 12 Juni 2014. Bagi Tabloid Sinar Tani, Penas kali ini telah menambah catatan sukses sebagai media cetak yang dengan setia selalu menjadi pengawal dan pengontrol perhelatan nasional itu melalui edisi khusus yang terbit dan beradar di arena Penas.

Namun demikian, kami sadar bahwa tidak semua masyarakat Indonesia khususnya rekan-rekan jelajah inovasi  hadir pada acara akbar petani-nelayan tersebut, untuk itu, kami berupaya untuk melakukan penyempurnaan dan penambahan informasi untuk kebutuhan informasi teknologi bagi masyarakat Indonesia pada edisi Sinar Tani regular (nasional).

Acara yang secara resmi dibuka oleh Presdien RI, Soesilo Bambang Yudhoyono ini menampilkan puluhan kegiatan dari seluruh komponen masyarakat pertanian Indonesia. Namun dari sekian banyak acara penting itu, ada dua moment penting  yang patut dijadikan pijakan untuk menentukan arah kemauan pertanian Indonesia masa depan. Moment itu ialah gelar teknologi dan peran pemuda.

Gelar Teknologi (Geltek) sudah pasti merupakan perwajahan terkini inovasi teknologi pertanian Indonesia. Dari pantauan ‘Sinta’ inovasi yang ditampilkan bisa menambah pengetahuan masyarakat untuk bekal pulang ke daerahnya dalam memajukan pertanian. Geltek juga bisa menjadi sumber inspirasi masyarakat dalam meraih peluang usaha.

Soal peran pemuda? Inilah aspek yang paling penting untuk memajukan pertanian Indonesia masa depan. Selama ini, konsep pembangunan pertanian tidak secara tegas mentargetkan bahwa pelaku usaha pertanian itu adalah pemuda. Pelaku pertanian masih secara umum tidak dipisahkan berdasarkan usia. Padahal jika sasaran pertanian itu adalah pemuda, maka gerak dan gaya dalam pembangunan itu juga akan dilakukan dengan cara anak muda, sehingga pertanian akan menjadi daya tarik, sekaligus akan menjadi lapangan pekerjaan yang menggairahkan.

Coba bayangkan, jika yang membuka lahan sawah itu pemuda atau yang mengolah perkebunan itu adalah mereka atau yang memiliki peternakan untuk pemuda, maka  pertanian adalah sektor yang diburu dan ditiru. Memang diakui saat ini sudah banyak sekali pemuda yang berhasil bertani, namun itu terjadi berdasarkan target komoditi, maka ke depan konsepnya adalah pertanian yang juga membuat target pelaku usahanya.

Untuk membahas dua hal penting itu, kami berhasil mewawancarai Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono  dalam rangkaian Penas XIV 2014, Malang, Jawa Timur. Dia memberi benang merah bahwa masa depan pertanian Indonesia ada pada dua hal yakni teknologi terkini dan maju, serta peran pemuda.  Hasil wawancara itu, kami turunkan dalam sebuah judul “Teknologi Maju Menyeluruh dan Pemuda Agroinovasi“. Mukhlis

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018