Sumardi (41), lahir di Poliwali, Mamasa, Sulawesi Barat pada tanggal 2 Mei 1972. Petani padi yang berhasil ini tinggal di Dusun Panamba - Desa Kalukku Barat - Kecamatan Kalukku - Kabupaten Mamuju - Provinsi Sulawesi Barat. Bertani sudah dijalankannya sejak remaja. Kini ia punya pendapatan Rp 9 juta per bulan.
Bapak dari tiga orang anak ini mempunyai moto “dengan kegigihan dan pantang menyerah meraih kesuksesan hidup yang berkualitas”. Hal ini tercermin dari usahanya dalam mengelola lahan kering/tadah hujan dengan berbagai komoditas yang berorientasi pasar, sehingga dapat memberinya pendapatan cukup untuk membiayai keluarganya untuk hidup berkualitas.
Sumardi, berusaha tani di lahan kering atau sawah tadah hujan. Ia berusaha tani di lahan sendiri seluas satu hektar ditambah tiga hektar lahan sewa. Untuk lahan sendiri seluas satu hektar ditanami secara bergilir dengan tanaman padi, jagung, kedelai dan ubi jalar. Untuk lahan garapan/sewa seluas tiga hektar hanya ditanami padi. Selain itu juga ia telah memanfaatkan pekarangannya seluas (33x66) m² dengan budidaya tanaman sayuran seperti lombok, tomat, bayam kangkung dan sawi. Dalam budidaya padi ia telah menerapkan budidaya pertanian organik.
Pengadaan saprodi khususnya pupuk organik diproduksi sendiri, sedangkan saprodi lainnya pengadaannya secara berkelompok, kadang juga secara perorangan tergantung komoditi yang diusahakan serta waktu pelaksanaan usaha tani. Modal untuk usaha tani diperoleh secara swadaya dan sebagian kecil bantuan pemerintah.
Hasil usaha taninya dipasarkan sendiri atau berkelompok yang disesuaikan dengan kondisi pasar kepada pedagang pengumpul. Di samping berusaha tani dengan komoditi tanaman pangan dan sayuran tersebut, untuk menambah pendapatan, Sumardi juga berternak sapi potong yang berjumlah 8 ekor, setiap tahun dapat menjual 2 ekor sapi umur 3 tahun.
Editor : Ahmad Soim