Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan tahun ini yang berlangsung pada 7-12 Juni menjadi kesempatan bagi Waoda untuk menimba ilmu. Peserta PENAS dari Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan datang atas biaya pemerintah kabupaten ini benar-benar berangkat untuk mengisi otak. PENAS yang digelar empat tahunan menurutnya menjadi peluang bagi petani untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dari sesama petani yang telah berhasil maupun melihat langsung rekayasa teknologi yang dihasilkan oleh para peneliti di lokasi pameran PENAS.
Sesuai harapan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ketika melepas kontingen Sulsel menuju Malang, di saat pulang ia bisa membawa oleh-oleh berupa ilmu pertanian yang bisa diterapkan di daerahnya.
“Atas harapan pak gubernur itu maka kami semakin semangat untuk mengikuti berbagai kegiatan di PENAS terutama yang terkait dengan pengembangan tanaman pangan dan hortikultuta sesuai dengan potensi daerah yang aku miliki,” ungkap Waoda.
Sebagai Ketua Kelompoktani Sipakainga, Desa Letta dirinya kini merasa berkewajiban untuk menyebarkan informasi yang didapat di PENAS kepada anggotanya. Desa Letta memiliki potensi sawah tadah hujan sekitar 200 hektar dan lahan hortikultura sekitar 100 hektar. Namun potensi tersebut belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dari para petani setempat. Karena itu melalui ajang PENAS ini, Waoda benar-benar datang dengan tujuan mengisi otaknya dengan ilmu pertanian untuk dipraktekkan di daerahnya. Abdul Salam Atjo
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto