Bertempat tinggal di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Hartonik sejak kecil sudah bercita-cita ingin menjadi petani seperti yang ditekuni orangtuanya.
Karenanya begitu lulus dari SMA, pria kelahiran 10 September 1976 itu langsung terjun melaksanakan kegiatan budidaya pertanian. Saat ini ia bukan hanya berkutat mengusahakan aneka jenis tanaman pangan, tetapi juga tanaman perkebunan dan hortikultura serta usaha perikanan dan peternakan. Namun mengingat lokasi tempat tinggalnya yang berada di daerah pegunungan nan sejuk maka ia memilih untuk lebih menekuni usahatani hortikultura.
Tanaman hortikultura yang diusahakannya meliputi kentang seluas 0,5 ha, cabe 1 ha, kubis dan bunga kol 0,5 ha, bawang 0,5 ha, jamur tiram 1.200 baglog, jamur kuping 300 baglog. Sementara tanaman pangan dan perkebunan yang diusahakan meliputi tanaman padi 0,3 ha, jagung 1 ha, ubi kayu 0,1 ha dan tanaman kopi 0,3 ha. Ia juga beternak kambing dan itik serta memelihara ikan lele di kolam berukuran 2 x 4 m.
Dari keseluruhan usahatani yang ditekuninya tersebut Hartonik setiap bulan mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp 10.000.000. Tak mengherankan bila saat ini ayah dua anak itu memiliki sejumlah aset seperti rumah berukuran 7 x 15 m, lahan kering 1,7 ha, lahan basah 0,3 ha, lahan perkebunan kopi 0,3 ha, gudang 32 m, dan kandang ternak 16 m2 (4x4 m).
Peserta Studi Banding
Hartonik tidak hanya dikenal sebagai petani budidaya yang disiplin dan gigih, tetapi juga berhasil dalam penguasaan teknologi pertanian, antara lain ditunjukkan dengan melakukan pengembangan NPK cair organik, micro organisme lokal (MOL) sayuran dan buah, menemukan kompos seputih, perangkat pembasmi hama serta mengembangkan bio insektisida cendawan beracun.
Pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahatani diperolehnya dari bimbingan penyuluh pertanian setempat, juga dari hasil studi banding, antara lain Studi Banding Penerapan Teknologi ke Alahan Panjang (Sumbar) bersama PT. Dupont tahun 2007, ke Bukit Tinggi (Sumbar) bersama PT. Dupont tahun 2009, Alahan Panjang (Sumbar) bersama PT. Dupont tahun 2009, Beras Tagi (Sumut) bersama PT. Dupont tahun 2010, Pasaman Timur (Sumbar) bersama PT Dupont tahun 2013.
Pelatihan yang pernah diikuti, antara lain: Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PTT) tahun 1999, Penggunaan Pestisida Terbatas tahun 1999, Peranan PHT dalam Pemanfaatan Agen Hayati tahun 2000, Permasalahan Hama dan Penyakit Kentang dan Sayuran di Bukit Tinggi (Sumbar) bersama PT. Dupont tahun 2007, Mikro Organisme Lokal (MOL) tahun 2008, Diklat Agribisnis tahun 2009, Sekolah Lapangan Usaha Agribisnis tahun 2010, Good Agricultural Practices (GAP) tahun 2011, Sekolah Pengendalian Hama Terpadu (SL-PTT) tahun 2011, Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2012 dan Diklat Teknis Budidaya Jamur Tiram tahun 2012.
Berbagai jenis capaian prestasi pun telah berhasil diraih oleh Hartonik yakni sebagai Juara I Lomba Kelompencapir Tingkat Kabupaten Kerinci Tahun 2010, Juara I Lomba Asah Terampil Tingkat Kabupaten Kerinci Tahun 2012 dan 2013, Juara II Lomba Kelompok Tani Tingkat Kabupaten Kerinci Tahun 2012; Juara I Lomba Gapoktan Tingkat Kec. Gunung Tujuh Tahun 2012, Juara II Lomba Memipil Jagung HKP Prov. Jambi di Kota Sungai Penuh Tahun 2012, Juara I Lomba Memipil Jagung PEDA Prov. Jambi di Jambi Tahun 2013, dan Juara II Lomba MARS KTNA PEDA Prov. Jambi di Jambi Tahun 2013.
Belakangan, Sekretaris Kelompoktani Agro Karya ini masuk dalam jajaran penerima penghargaan sebagai Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2014 dan berkesempatan mengikuti serangkaian acara kenegaraan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69 termasuk dapat bertatap muka langsung dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Selamat Bapak Hartonik, kiprahmu terus dinanti untuk memajukan dunia pertanian Indonesia! Ira
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto