Thursday, 22 October 2026


Samiran, Menggapai Mimpi dengan Pupuk Organik

23 Sep 2014, 11:08 WIBEditor : Kontributor

Kesulitan melakukan pemupukan tanaman sawit menjadi cikal bakal keberadaan Koperasi Karya Tunggal. Itulah yang dialami Samiran, salah satu warga Desa Rawang Kao, Lubuk Dalam, Kabupaten Siak Pekanbaru, Provinsi Riau.

Impian menjadi kaya dengan menggarap kebun kelapa sawit, ternyata tak seindah impiannya. Kesulitan mendapatkan pupuk membuat hasil panen sawit tidak sesuai harapan. Tak mau menanggung kerugian lebih besar, petani kelahiran 11 November 1962 mulai berpikir panjang.

Dia lalu menggantikan pupuk kimia dengan organik hasil limbah budidaya sapi. Upaya mengalihkan dari pupuk kimia ke pupuk kandang limbah budidaya sapi ternyata memberikan keuntungan.

Pada tahun 2007, akhirnya Samiran memberanikan diri mengajak beberapa petani yang memiliki sapi bergabung dalam satu wadah kegiatan usaha yang mengolah limbah kandang sapi menjadi pupuk organik cair. Bak gaung bersambut ajakan Samiran mendapat respon positif dari 10 petani pemilik sapi dengan membentuk kelompok tani ternak.

Dia lalu membentuk kelompok tani ternak pada 26 April 2007 dengan nama Kelompok Tani Ternak Karya Tunggal. Samiran mendapat amanah dari anggota menjadi ketua didampingi sekretaris, Suyati dan bendahara, Adiriyanto.

Modal awal usaha Kelompok Tani Karya Tunggal berasal dari limbah budidaya 27 ekor sapi yang dimiliki 10 petani ternak. Perjalanan waktu, pada tahun 2010 jumlah sapi Bali Simental bertambah menjadi 52 ekor. Perkembangan Kelompok Tani Ternak Karya Tunggal bukan hanya berhenti pada jumlah penambahan sapi. Tapi juga mengembangkan jumlah kandang dan dilengkapi dengan rumah tunggu, sehingga menjamin keamanan sapi.

Tahun 2011 merupakan titik kecemerlangan Kelompok Tani Ternak Karya Tunggal. Berawal dari kunjungan Kementerian Perindustrian yang memberikan bantuan mesin kompos hibah satu paket senilai Rp 370 juta. Tindak lanjut berikutnya adalah bantuan yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Siak berupa rumah kompos, sekaligus peresmian penggunaannya oleh Bupati Siak tahun 2011.

Saat ini Koperasi Karya Tunggal mengelola usaha pokok budidaya sapi dengan hasil usaha sampingan pengolahan pupuk organik cair dan padat berupa pupuk kompos padat. Usaha pengolahan pupuk organik dimulai tahun 2011 dengan produksi awal pupuk organik cair sekitar 100 ribu liter dan produksi pupuk kompos padat 160 ton per tahun.

Pemasaran pupuk organik ke petani pengelola kebun sawit.  Harga jual  pupuk organik cair Rp 10 ribu per liter dan pupuk kompos padat dengan harga Rp 2.800 per kilogram. Saat ini aset Koperasi Karya Tunggal mencapai Rp 1,2 miliar yang berasal dari penjualan pupuk organik cair dan pupuk kompos padat. Mimpi Samiran akhirnya terwujud. Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018