Thursday, 22 October 2026


Moh. Dasa Hambali, Jatuh Bangun Merintis Bisnis Pertanian

28 Jan 2015, 14:48 WIBEditor : Ika Rahayu

Tak bercita-cita menjadi petani, Moh. Dasa Hambali pria asal Pandeglang, Provinsi Banten dalam perjalanan hidupnya ternyata mampu meraih keberhasilan sebagai pelaku usaha bidang pertanian.

Di masa mudanya, Dasa Hambali hanya memiliki satu keinginan yakni menjadi “orang kantoran”. Karenanya tak terbersit sedikitpun di benaknya untuk mendalami pendidikan di bidang pertanian.

Selepas SMP ia memilih melanjutkan pendidikan di STM jurusan teknik bangunan hingga akhirnya lulus dari sekolah kejuruan itu di tahun 1990. Hari-hari selanjutnya dimanfaatkannya untuk mencari penghasilan dengan bekerja di banyak perusahaan bahkan sampai ke luar Jawa.

Namun rupanya seperti peribahasa “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Dasa Hambali pada akhirnya mengikuti jejak ayahanda tercinta yang seorang petani. Pada tahun 2002, berbekal uang pesangon yang diperolehnya semasa bekerja di perusahaan iapun pulang kampung dan mulai merintis usaha di bidang pertanian. Yang pertama dilakukannya adalah menanam sosin Jepang dan cabe merah.

Usaha pertamanya sebagai petani belum memuaskan karena hasilnya tidak mencukupi untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Namun ketidaksuksesan tersebut tidak menyurutkan semangat Moh. Dasa Hambali untuk terus mempelajari seluk beluk usahatani hortikultura. Di samping bertanya dan belajar dari petani lain yang lebih berpengalaman, ia juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk memperdalam ilmunya di bidang pertanian.

Pendapatan Meningkat

Berkat kegigihan dan keseriusannya, pria 42 tahun ini telah mampu mengembangkan usaha tani yang dengan susah payah dirintisnya. Lahan usaha taninya kini sudah mencapai luasan 2,5 hektar yang diusahakannya untuk pertanaman padi, jagung, cabai merah, kacang panjang dan ketimun, pendapatannya pun terus meningkat. Dari usaha bisnis pertanian dan jasa layanan klinik PHT yang dikelolanya setiap bulan ia bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, cukup memadai untuk membiayai kehidupan satu istri dan ketiga orang anaknya.

Karena dinilai sebagai sosok yang berhasil mengembangkan kegiatan usahatani terpadu maka di samping kerap mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pelatihan, Moh. Dasa Hambali juga sering diundang sebagai nara sumber dalam berbagai kegiatan pelatihan maupun lokakarya, khususnya di Provinsi Banten.

Pemerintah pusat juga belakangan memberikan apresiasi khusus dengan menetapkan Moh. Dasa Hambali sebagai “Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2014” dari Provinsi Banten, karena memang eksistensinya di bidang pertanian tak perlu diragukan lagi. Ira

 Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018