Thursday, 22 October 2026


BFS Ajak Anak-anak Selamatkan Tanaman Hutan

25 Feb 2015, 13:59 WIBEditor : Nuraini Ekasari sinaga

Banyak cara untuk melestarikan tanaman hutan yang mulai punah, termasuk jenis anggrek hutan. Seperti yang dilakukan Dian Rossana Anggraini, Ketua Harian Bangka Flora Society (BFS) dengan mengajak generasi muda.

“Kegiatan penyelamatan dan pelestarian keanekaragaman tumbuhan secara rutin dan terus menerus dilakukan anggota BFS dengan melibatkan generasi muda yakni siswa SD, SMP maupun SMA,” katanya kepada Sinar Tani.

Dian mengatakan, BFS mengajak generasi muda tersebut melakukan persemaian dan penanaman bibit tumbuhan dalam bentuk kegiatan perkemahan. Tujuannya memperkenalkan keberadaan keragaman tumbuhan, sehingga generasi muda lebih mengetahui dan mencintai kekayaan tumbuhan yang ada di Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dimaksudkan juga tidak lain agar generasi mendatang mengetahui lebih jauh tanaman yang ada di Bangka Belitung. Setelah berupaya mengembalikan keberadaan tumbuhan yang sempat menghilang. “Inilah upaya yang kami lakukan agar kita semua nantinya dapat mengambil manfaatnya di kemudian hari,” kata Dian.

Dian menyesalkan, maraknya alih fungsi hutan menjadi ancaman berbagai jenis tumbuhan yang ada di Bangka Belitung. Banyak tumbuhan yang kini mulai asing di mata generasi muda di Bumi Serumpun Sebalai ini. “Beberapa tanaman endemik kini mulai terancam dari kepunahan. Saat ini puluhan, bahkan ratusan jenis tanaman asli Bangka Belitung juga sudah berkurang dan mendekati kepunahan,” tuturnya.

Dian menjelaskan, banyak nama wilayah di Bangka Belitung yang berasal dari nama tumbuhan. Misalnya, Desa Petaling, Desa Jurung, Desa Pelangas, Desa Jelutung, Desa Tukak, Desa Ranggung dan Kecamatan Gerunggang. Sayangnya, banyak yang tidak mengetahui kalau nama-nama tersebut berasal dari tumbuhan yang banyak ditemukan di belantara Bangka Belitung.

Bangka Flora Society lalu terdorong melakukan penyelamatan di kebun pelestarian ex-situ “Pondok Anggrek Amang Man” di Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Kebun yang mulai dikelola sejak tahun 2006 dengan luas kebun sekitar 5 ha, baru sekitar 3 ha yang sudah dikelola untuk penyelamatan dan pelestarian keanekaragaman tumbuhan Bangka Belitung.

Di lokasi tersebut ada sekitar 87 spesies anggrek Bangka, termasuk tiga spesies anggrek Bangka Belitung yakni Anggrek Tebu/Macan (Grammatophyllum speciosum), Anggrek Bulan Sumatera (Phalaenopsis sumatrana) dan Anggrek Pensil (Papilionanthe hookeriana).

Selain konservasi ex-situ anggrek, BFS juga melakukan pembibitan tumbuhan lainnya seperti, tanaman Petaling (Ochanostachys amentaceae Mast), Jurung (Ixonanthes petiolaris Bl), terentang (Campnosperma macrophylla), Meranti/kelukup (Shorea evalis Bl), Kecapi (Sandoricum koecape Merr), Nyato (Palaquium rostratum Burck), Mempatar (Pentace triptera Mast), Belangiran/Melangir (Shorea belangeran Burck).

Tanaman lainnya adalah Pelangas (Aporosa aurita Miq), Pelawan (Tristania obovata R.Br), Asam rawa (Mangifera similis Bl), Tukak (Alstonia angustifolia Wall), Ranggung (Santiria laevigata Bl), Medang (Alseodaphne bancana Miq) dan beberapa spesies tumbuhan lainnya yang keberadaannya sudah mengkhawatirkan.

“Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mengembalikan keberadaan keanekaragam tumbuhan di Bangka Belitung yang sudah semakin berkurang,” katanya. Echa/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018