Demak sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah merupakan kabupaten ketiga terbesar pemasok beras di Jateng. Rata-rata produksi padi di daerah ini berkisar 6-7 ton GKG per ha. Bahkan petani Desa Dempet di Kabupaten Demak ada yang bisa mencapai produktivitas hingga 9,2 ton GKG per ha.
Prestasi gemilang itu dicapai oleh anggota Gapoktan “Mulya Santosa” di Desa Dempet. Adalah Ketua Gapoktan, Jamal Khasim, yang cukup besar perannya dalam mendorong petani menghasilkan produksi gabah yang tinggi.
Ia mengatakan bersyukur bahwa pencapaian produktivitas padi melebihi target yang ditetapkan. “Target kami 7,5 ton per ha, tapi ternyata tahun ini hasilnya tinggi sekali. Dapat menembus hingga 9,2 ton per ha,” katanya dengan rasa bangga.
Mengapa hasil yang dicapai bisa demikian tinggi? Menurut Jamal, itu karena suplai benih dan pupuk lancar. Selain itu serangan hama dan penyakit juga sangat rendah. Bukan sebatas saprotan yang lancar dan serangan OPT rendah, ternyata budidaya petani anggotanya pun sangat baik.
Mereka tidak terus menerus menanam padi saja, melainkan ada jeda di mana dilakukan juga penanaman palawija, yakni: kacang hijau. “Kalau padi-padi-padi saja yang ada hasil padinya tidak selamanya tinggi, tetapi dengan menanam kacang hijau, unsur hara di dalam tanah dapat kembali sempurna. Sehingga hasil padinya pun meningkat.
Bantuan Traktor
Jamal menceritakan bahwa di daerahnya, untuk menghalau tikus cukup menggunakan predator (musuh alami) burung hantu. Menurutnya burung hantu lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan racun tikus karena apabila selalu menggunakan racun, lama-kelamaan tikus pun menjadi tahan terhadap racun.
“Burung hantu ini predator yang paling pas untuk mengusir tikus. Selain alami, tanpa merusak padi, penggunaan burung hantu ini membuat populasi tikus di sawah pun berkurang,” jelas Jamal.
Berkat kegigihan dirinya serta para anggotanya dalam mendorong peningkatan produksi padi di daerahnya termasuk memanfaatkan burung hantu untuk mengusir hama tikus, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua. “Ya memang kami belum sepenuhnya menerapkan mekanisasi, tetapi dengan bantuan alsintan ini, saya sebagai ketua kelompok janji akan lebih meningkatkan produktivitas. Bahkan target kami adalah sebagai penyangga pangan no.1 di Jateng,” Tandasnya. Cla/Ira
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066