Thursday, 22 October 2026


Nirmala Qurbani - Berkat Tomat Organik Terbang ke Negeri Matahari Terbit

21 Aug 2015, 09:45 WIBEditor : Kontributor

Untuk mempercepat pembangunan pertanian di Indonesia, berbagai upaya telah ditempuh pemerintah.  Salah satunya dengan mengadopsi sistem teknologi pertanian dari negara lain melalui program pelatihan.

Program pelatihan yang akan dilaksanakan pada Agustus tahun ini yaitu peran koperasi pertanian dalam meningkatkan rantai nilai makanan “The Roles Of Agricultural Cooperatives In Formation Of Food Value Chain”, yang akan dilaksanakan di Negeri Matahari Terbit, Jepang pada 16-29 Agustus 2015.

Peserta pelatihan berasal dari 25 negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Salah satu peserta yang beruntung mewakili Indonesia tersebut yaitu Nirmala Qurbani merupakan penyuluh swadaya dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Nirmala panggilan akrab dari ibu satu anak ini mengaku telah merintis kariernya sebagai penyuluh swadaya sejak tahun 2007 melalui Rembug Tani di Desa Merembu Kab. Lombok Barat. Suka duka sebagai penyuluh swadaya telah ia lalui. Berkat kegigihan dan ketekunan yang disertai dengan dukungan keluarga, Nirmala memetik hasil sebagai penyuluh swadaya teladan tingkat kabupaten hingga nasional.

Penghargaan terakhir sebagai juara 3 lomba temu karya teknologi tepat guna spesifik lokal untuk kesejahteraan petani nelayan tingkat nasional pada PENAS di Malang Jawa Timur tahun 2014. Karya tulisnya yang berjudul “Tomat Organik dengan Sistem Media Kue Lapis” menghantarkannya untuk mengikuti pelatihan ke Negeri Jepang.

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan kerjasama Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Jepang “The Central Union Of Agriculture Cooperatives (JA-Zenchu)” dan “The Institute For Development Of Agriculture Cooperation In Asia (IDACA)”.

Pelatihan yang akan berlangsung selama dua minggu ini dilaksanakan di Tokyo dan Gunma, Jepang.   Adapun materi yang akan diperoleh pada pelatihan mengenai industri makanan di Jepang. Mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga ke pemasaran.

Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini sangat diperlukan dan bermanfaat. Apalagi Jepang terkenal dengan teknologi pangan, sehingga bisa diadopsi dan diterapkan di Indonesia. Termasuk di Nusa Tenggara Barat.      

Kepala Sektretariat Bakorluh NTB, Husnanidiaty Nurdin mengatakan, keterlibatan peran serta penyuluh swadaya sangat penting, mengingat penyuluh sebagai penghubung dalam memberikan informasi teknologi kepada pelaku utama maupun pelaku usaha untuk kemajuan pertanian di Indonesia. 

Apalagi penyuluh sebagai garda terdepan sangat berperan dalam pembangunan pertanian untuk mencapai swasembada pangan. Karena itu harus ada kerjasama di lapangan, baik penyuluh PNS, swadaya atau penyuluh swasta.  Termasuk juga dengan Babinsa dan mahasiswa dalam mendampingi dan mengawal petani. Syamsul Riyadi (Penyuluh Bakorluh NTB)/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018