‘Bersatu Untuk Maju Demi Kesejahteraan Anggota’. Itulah visi dari Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan yang diketuai Tasrip. Dengan visi tersebut Tasrip membangun kelompoknya menjadi kelompok yang memberikan harapan bagi anggotanya.
Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Meski baru dibentuk pada 2011, tapi kelompok lumbung yang beranggotakan 43 orang ini sudah mampu meningkatkan produksi padi dan mengembangkan berbagai usaha pertanian yang menguntungkan anggotanya.
Kelompok Lumbung Tunas Harapan mampu meningkatkan produksi padi menjadi 8-9 ton/ha dari sebelumnya hanya 5-6 ton/ha. Peningkatan produksi tersebut dicapai selain menggunakan benih unggul Ciherang, juga karena pemupukan dan pemberian obat-obatan sesuai dengan anjuran. “Kenaikan hasil panen telah dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani,” kata Tasrip.
Tasrip mengatakan, dirinya juga mengajarkan petani untuk berbudidaya padi yang ramah lingkungan. Sedangkan saat panen, petani menggunakan combine harvester, sehingga menurunkan biaya produksi padi. “Setelah panen kepada anggotanya, saya menghimbau agar menjual gabah ke lumbung sehingga harganya tidak turun. Gabah tersebut dapat dipinjam saat paceklik,” katanya.
Kepada kalangan ibu rumah tangga, Tasrip juga membuat kelompok wanita tani yang mengusahakan lahan tidur dan pekarangan untuk ditanami singkong, sayuran dan toga sebagai upaya menambah pendapatan keluarga. Usaha lainnya adalah beternak ayam, itik dan sapi (bergulir).
Adapun usaha yang dikembangkan Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan antara lain penyewaan alat mesin pertanian (RMU, power threser, combine). Dana dari penyewaan itu, Tasrip membuat ketentuan yakni 30% untuk kas kelompok.
Sedangkan ketentuan jual beli beras adalah 15% dari hasilnya masuk ke kas, simpan pinjam gabah/beras dengan sistem meminjamkan pada saat paceklik dan pembayaran setelah panen dengan bunga 2%, usaha penyaluran saprodi dengan bunga 3%.
Sementara untuk usaha pembuatan tempe, batu bata dan pintu rumah/kusen/mebel dengan ketentuan 5% dari hasilnya masuk ke kas kelompok. Adapun untuk usaha budidaya ikan lele dengan ketentuan 5% dari hasil panen masuk ke kas.
Sejumlah keberhasilan Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan, antara lain memiliki usaha simpan pinjam gabah/beras sejak 2012, dengan modal awal iuran beras kelompok sebanyak 50 kg/orang dengan jumlah 2.150.000 kg beras. Dipinjamkan ke anggota dengan bunga 2%, kini sudah mencapai 2,5 juta kg.
Untuk penyaluran pupuk juga terus meningkat. Jika tahun 2012 hanya sebanyak 15 ton, pada tahun 2013 meningkat menjadi 16 ton. Usaha layanan jasa alat mesin pertanian (alsintan) dengan ketentuan 30% untuk kas, hasilnya kini mencapai Rp 25 juta. Dengan usaha yang telah dilakukan tersebut, dana kas Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan hingga awal November 2014 hampir mencapai Rp 20 juta.
Kini Kelompok Lumbung Pangan Tunas Harapan tengah merencanakan usaha lain yakni menghasilkan beras berkualitas dengan merk “Beras Tunas Harapan”. Tia/Yul
Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066
Editor : Julianto