Thursday, 22 October 2026


Awaldi Hasibuan, Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan: Ahli Listrik yang Banting Setir Menjadi Petani

16 Dec 2015, 11:59 WIBEditor : Kontributor

Awaldi Hasibuan, adalah sosok Penyuluh Pertanian Swadaya blasteran Batak Mandailing dan Jawa yang dilahirkan 55 tahun yang lalu. Tepatnya pada 10 Oktober 1960 di sebuah kota kecil Kecamatan Kualuh Hulu, Aek Kanopan Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara.

Tamat dari sekolah menengah teknik listrik di Sekolah Negeri IV Medan, pada tahun 1981. Mencoba mengadu nasib dengan merantau ke Kota Pekanbaru yang cukup jauh dari kota asalnya.

Tahun 2007, awalnya Awaldi mencoba berkarier di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi. Tapi nasibnya masih kurang beruntung karena di PHK. Saat itulah dengan hati yang tenang disertai dengan kesabaran, Awaldi bergerak dan bertekad berusaha di bidang pertanian.

Awalnya, Awaldi mencoba berusahatani budidaya jagung manis. Dia, bekerjasama dengan seorang teman yang kebetulan profesinya sebagai pelaku usaha yang bergerak di budidaya jagung manis. Dengan pola tanam pengolahan lahan dengan cara Tanpa Olah Tanah (TOT) yang menggunakan sistem koak (lobang tanah secara manual dengan alat cangkul) yang luasnya kurang lebih 1 ha, lambat laun mendapatkan keuntungan.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 Kementerian Pertanian menetapkan target produksi padi sebesar 73,40 juta ton, jagung sebesar 20,33 juta ton dan kedelai sebesar 1,27 juta ton, melalui Upaya Khusus (Upsus).

Target tersebut dapat dicapai salah satunya dengan meningkatkan efektivitas peran Penyuluh Pertanian. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Pekanbaru berkomitmen mendukung tercapainya swasembada berkelanjutan melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian di wilayah kerjanya masing-masing.

Melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh pertanian, Awaldi sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) dalam mengawal dengan melakukan kursus tani, rembug tani, demplot, dem area, demfarm dan display varietas unggul baru yang bekerjasama dengan peneliti BPTP Riau.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan pengembangan komoditas jagung seluas 500 ha yang berada di Kelurahan Palas oleh 8 kelompok dan 128 orang dengan target penanaman seluas 59 ha. Tersebar di Kelurahan Rumbai Bukit 10 ha, dan Kelurahan Muara Fajar 82 ha. Selain itu, Awaldi juga membudidayakan ubi kayu dengan luas 20 ha, yang dikelola bersama-sama sebagai Kebun Inti dengan target per pohon antara 25-70 kg.

Melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai PPS, Awaldi juga sebagai motivator dalam mengawal dan mendampingi petani. Bahkan membantu dalam memecahkan permasalahan kelompok tani yang dibinanya. Dia juga rajin mencari inovasi teknologi.

Jadi tidak heran Awaldi tanpa henti selalu belajar, belajar, belajar dan bekerja cerdas bersama anggota kelompok taninya. Terbentuklah Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) yang diberi nama Gapoktan ‘Palas Sejahtera’. Dari hasil kerja kerasnya tersebut akhirnya Awaldi dapat meraih Penghargaan, sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Tingkat Nasional 2015 mewakili Provinsi Riau. Profil Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan/Cla

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018