Thursday, 22 October 2026


Tamad, Berusaha Tani Padi di Lahan Tidur Jakarta

16 Dec 2013, 12:31 WIBEditor : Ika Rahayu

Sebagai ibu kota negara, Jakarta menjadi sasaran banyak orang untuk beraktivitas mencari sumber penghidupan. Bisa dikatakan setiap jengkal tanah di kota megapolitan ini dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis dan aktivitas perkantoran. Karenanya cukup mengherankan, bila di tengah hingar bingar Kota Jakarta ternyata masih ada orang yang menekuni usaha budidaya padi.

Adalah Tamad, yang tinggal di Kelurahan Semanan, Jakarta Barat yang hingga kini begitu menekuni profesinya sebagai petani padi di wilayah Provinsi DKI Jakarta. Segala ketekunan dan kerja kerasnya berbuah manis bahkan belakangan telah membawanya menyandang gelar “Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2013”.

Lahir di Subang 56 tahun lalu, Tamad yang hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD) sengaja merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Berbagai profesi pernah dilakoninya sampai pada suatu ketika ia mencoba peruntukan dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar tempat tinggalnya yang belum dimanfaatkan atau dibangun oleh pemiliknya.

Pada tahun 1996 di lahan tidur seluas sekitar satu hektar yang terbagi menjadi empat petak, Tamad mulai menggarap tanah yang tidak produktif itu menjadi hamparan sawah yang kemudian ditanami padi. Berkat kerja keras dan kegigihannya untuk terus mencari peluang, kini luasan lahan yang diusahakannya terus bertambah sehingga praktis perolehan gabahnya pun juga meningkat.

Usaha yang dilakukan Tamad pada akhirnya diikuti rekan-rekannya sesama perantau sehingga dari waktu ke waktu pun jumlah petani padi di daerah Semanan bertambah sampai kemudian terbentuk kelompok tani dengan Tamad sebagai ketuanya sampai saat ini.

Pada tahun 2008 bersama kelompok tani padi lain se-Kecamatan Kalideres, Tamad membentuk kelembagaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang diberi nama “Gapoktan Watabullah” dengan luasan lahan sawah yang terus berkembang dari hanya 5.000 m2 menjadi sekitar 9 hektar dengan produktivitas mencapai 7,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektar.

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018