Thursday, 22 October 2026


M. Nurul Ehsan, Tak Jera Menangkal Serangan Tikus

14 Feb 2014, 14:48 WIBEditor : Ika Rahayu

Menjadi petani itu harus tahan banting, termasuk dalam mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman yang datang bertubi-tubi. Salah satu hama yang tergolong bahaya laten dan menjadi momok bagi petani adalah tikus.

Karena begitu gemasnya dengan hewan pengerat yang satu itu, maka M. Nurul Ehsan, petani asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat termotivasi untuk terus berinovasi melakukan berbagai upaya pengendalian serangan hama tikus.

Ketekunannya untuk giat “berperang” melawan tikus berbuah manis dengan senantiasa mendapatkan hasil panen yang memuaskan, bahkan belakangan ayah dua anak ini masuk dalam jajaran penerima penghargaan sebagai “Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013”.

Selama sepuluh tahun menekuni kegiatan usaha tani padi, palawija dan hortikultura ia menjadi paham betul perilaku tikus ketika mulai menyerang lahan pertaniannya. Berbagai teknik penangkal masuknya tikus sudah dicobanya dengan mengerahkan “pasukan tentara” yang juga anggota kelompok tani di mana ia menjadi ketuanya.

Dengan memasang perangkap jaring pada lubang-lubang tikus yang ada di sekitar lahan sawahnya, kawanan tikus pun tak berkutik di tangannya dan selanjutnya tanaman padi yang diusahakannya dapat tumbuh subur tanpa gangguan hama yang hingga kini menjadi masalah utama bagi petani tersebut.

 

Obyek Studi Banding

Pria yang bertempat tinggal di Dusun Berambang, Kecamatan Sekotong Lombok Barat ini kini relatif tenang mengusahakan aneka tanaman di lahan miliknya yang mencapai lima hektar. Sebagian besar (2 ha) lahannya kini ditanami padi, sisanya diusahakan untuk tanaman jagung (1 ha), cabe (1 ha). tomat (0,5 ha) dan tanaman kacang panjang (0,5 ha).

Karena dinilai berhasil dalam melaksanakan aneka usaha tani termasuk piawai dalam menangkal serangan hama tikus, kini lahan pertaniannya kerap dijadikan obyek studi banding oleh banyak petani dari luar daerahnya.

Nurul Ehsan sendiri sejauh ini tak merasa keberatan untuk berbagi pengetahuan dengan rekan sesama petani yang membutuhkan bimbingannya. Untuk dapat secara berkesinambungan melakukan pembinaan kepada masyarakat di sekeliling tempat tinggalnya ia bahkan belakangan berpartisipasi aktif menjadi mentor kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh kelembagaan pemerintah seperti BP3K di tingkat kecamatan dan BP4K di tingkat kabupaten.

Segala keahlian yang diperoleh lulusan SLTA ini berkat pihaknya senantiasa mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus-kursus dan pelatihan teknis pertanian baik menyangkut kegiatan budidaya maupun penangkaran padi. Ilmu yang diperolehnya dari mengikuti kursus selalu dicoba diterapkan di lahan pertaniannya, hal inilah yang mendorong pertanamannya mencapai pertumbuhan optimal sehingga otomatis mencapai produktivitas yang tinggi. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018