Thursday, 22 October 2026


Silfester Avloubun - Berhasil karena Bercita-cita Tinggi

25 Feb 2014, 15:09 WIBEditor : Ika Rahayu

Putus sekolah jangan kemudian putus asa. Tetap gantungkan cita-cita setinggi langit dan lakukan usaha keras, maka keberhasilan akan bisa digapai. Ini bisa dibuktikan oleh Silfester Avloubun, petani asal Maluku Tenggara Provinsi Maluku yang meraih penghargaan sebagai “Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013” karena tak berhenti mengejar cita-citanya menjadi orang sukses.

Seperti halnya siswa sekolah pada umumnya, Silfester Avloubun juga pernah bercita-cita ingin bisa terus melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar sarjana. Namun kenyataan berkata lain, akibat ketiadaan biaya maka ia tak bisa melanjutkan studinya ke perguruan tinggi dan cukup puas dengan mengantongi ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang didapatnya di tahun 1977.

Selepas SMA, lelaki 54 tahun itupun mengikuti jejak ayahanda tercintanya untuk menggeluti profesi sebagai petani, tekadnya keras untuk bisa menjadi petani yang berhasil. Untuk itu ia turun langsung melakukan usaha budidaya tanaman sayuran. Tanaman pertama yang diusahakannya di tahun 1978 adalah kacang tanah, namun penghasilan dari bertanam kacang tanah kurang memuaskan hingga pada tahun 1981 ia beralih menjadi petani sayuran.

Ada lima jenis tanaman sayuran yang hingga kini diusahakannya yakni kubis, cabe, terong, buncis dan kacang panjang yang ditanam di lahannya seluas 0,5 hektar. Didorong oleh cita-citanya yang tinggi untuk bisa menjadi petani yang berhasil maka ayah satu anak ini tak pernah berhenti untuk mengasah ilmunya di bidang usaha budidaya tanaman sayuran.

Berkat kemauan keras untuk terus belajar ditunjang pengalaman puluhan tahun terjun langsung mengelola usahataninya maka Sil, demikian ia biasa disapa, mampu menghasilkan lima jenis sayuran dengan produktivitas tinggi. Pada tahun 2007 selain mendapatkan piagam penghargaan dari pemerintah atas keberhasilannya sebagai petani penghasil produk hortikultura, ia juga mendapatkan bantuan uang tunai dari Menteri Pertanian sebesar Rp 20 juta. Bantuan tersebut sebagian besar digunakan untuk lebih mengembangkan usaha taninya.

 

Memimpin Organisasi

Memiliki segudang ilmu tentang budidaya tanaman sayuran ditambah pengalaman puluhan tahun turun langsung menerapkan berbagai teknologi anjuran untuk dapat meningkatkan produktivitas tanamannya, maka pria yang bertempat tinggal di Desa Abean, Maluku Tenggara ini kerap dijadikan tempat bertanya oleh sesama petani horti di wilayahnya.

Karena juga dikenal sebagai individu yang ramah, jujur dan kreatif maka belakangan ia dipercaya memimpin banyak organisasi di desanya seperti menjadi Ketua Kelompok Tani Lusyat, Ketua Pengurus Koperasi Tani Dusun Watngon dan Ketua Gapoktan Hernar. Hingga saat ini ia juga masih menjabat sebagai bendahara KTNA Kabupaten Maluku Tenggara.

Aktif menjadi pengurus sejumlah organisasi petani membuka kesempatan dirinya bisa mengikuti berbagai kegiatan pelatihan serta kursus-kursus seperti kegiatan Diklat Agribisnis Sayur-sayuran yang diselenggarakan Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Pelatihan Penyuluh Pertanian Swakarsa untuk pendamping Balai Diklat Provinsi Maluku serta kursus Diversifikasi Pangan dan Gizi bagi KTNA di BLPP Hajimena Lampung di Bandar Lampung.

Kini setelah 35 tahun menggeluti bidang usaha pertanian, Sil yang sudah memiliki dua cucu makin mantap dengan pilihannya menjadi petani sayuran. Seluruh anggota keluarganya mendukung penuh segala aktivitas yang dijalankan oleh Sil. Mereka bangga karena meski menjadi petani tetapi kepala keluarga mereka bisa mendapatkan banyak penghargaan dari pemerintah pusat. Itu artinya perannya sebagai petani memperoleh apresiasi yang besar. Selamat Opa Sil, lanjutkan perjuanganmu. Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018