Thursday, 22 October 2026


Gemar Menerapkan Paket Teknologi Anjuran

07 Mar 2014, 11:50 WIBEditor : Ika Rahayu

Thaufiq Idries Hoesa

Berbagai paket teknologi budidaya pertanian telah diperkenalkan oleh pemerintah kepada petani. Dengan menerapkan paket teknologi anjuran maka diharapkan petani dapat meningkatkan produksi hasil usahatani sehingga mendorong peningkatan pendapatannya.

Yang jadi persoalan, karena berbagai faktor maka belum semua petani berminat dan mau menerapkan teknologi budidaya tanaman seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Terus bertumpu pada teknologi konvensional yang bersifat turun temurun membuat mereka hanya pasrah dengan hasil yang diperolehnya.

Thaufiq Idries Hoesa, temasuk dari sedikit petani yang selalu penasaran dengan hal-hal baru. Paket-paket teknologi anjuran pemerintah dicoba untuk diterapkan dan hasilnya benar-benar memuaskan dirinya karena perolehan panen padi sawahnya menjadi meningkat dan membawanya menjadi petani yang sukses. Bahkan belakangan pria kelahiran Gorontalo 42 tahun lalu ini masuk dalam jajaran “Petani Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013” dari Kabupaten Gorontalo Utara.

Thaufiq Idries Hoesa yang sehari-hari akrab disapa “Iki” ini memang sejak kecil sudah mencintai alam. Bidang pertanian dinilainya amat dekat dengan alam, karenanya ia kemudian memutuskan memilih kegiatan bisnis pertanian sebagai penopang hidup diri pribadi dan keluarganya.

Merasa tak memiliki bekal cukup untuk memasuki dunia bisnis pertanian, maka lulusan D2 Politeknik Universitas Samratulangi Manado ini banyak belajar dari berbagai pihak termasuk mempelajari teknologi anjuran pemerintah di bidang budidaya tanaman padi. Ilmu yang diperolehnya baik dari pihak penyuluh pertanian maupun petani yang telah maju benar-benar diterapkannya dengan penuh ketekunan dan rasa percaya diri. Kini seiring dengan berjalannya waktu, ia mengaku bisa memperoleh keuntungan lebih dari Rp 10 juta per musim hanya dari bertani padi.

Kembangkan Usaha Terkait

Piawai dalam melaksanakan usaha tani padi membuatnya tertantang untuk mengembangkan usaha terkait lainnya hingga kemudian ayah dua anak ini melebarkan sayapnya ke usaha penggilingan padi sejak tahun 2000, pengecer resmi aneka sarana produksi pertanian dan mulai tahun 2007 menekuni usaha penangkaran benih padi dan jagung.

Kegiatan usaha penangkaran benih padi dan jagungnya terus berkembang hingga saat ini di bawah pengawasan langsung Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH Provinsi Gorontalo). Menurutnya, usaha penangkaran benih prospektif untuk dikembangkan mengingat permintaan petani terhadap benih padi dan jagung memang tak pernah berhenti selama petani masih aktif melaksanakan kegiatan usahataninya.

Kabupaten Gorontalo Utara sendiri memiliki daratan yang sangat luas dan oleh masyarakat setempat lahan ini kebanyakan diusahakan untuk kegiatan budidaya tanaman pangan khususnya padi dan jagung.

Dari semua kegiatan usaha yang dijalankannya itu, Iki bisa memperoleh keuntungan bersih hingga Rp 33 juta per tahun. Ia bersyukur, dengan melaksanakan kegiatan bisnis di bidang pertanian bukan hanya kecukupan finansial yang diperolehnya tetapi juga kepuasan batin karena meski kecil dirinya bisa berkontribusi dalam mendukung pemenuhan produksi padi dan jagung di dalam negeri.

Karena dinilai berhasil dalam bidang pertanian, maka tak mengherankan bila Iki sering dijadikan tempat bertanya atau berkonsultasi oleh sesama petani di daerahnya. Ia bahkan telah dipercaya menjadi Ketua Kelompok Tani “Bunga Mawar” dan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan). Ira

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018