Thursday, 05 November 2026


Penyuluh Pertanian yang Sukses dan Dibanggakan Masyarakat

01 Jul 2013, 11:28 WIBEditor : Ahmad Soim

Oleh: DR. Ir. Soemitro Arintadisastra MEd

 

Jumlah penyuluh pertanian di Indonesia termasuk yang Tenaga Honorer Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) saat ini lebih dari 50.000 orang. Jumlah ini apabila bekerja dengan baik akan dahsyat sekali hasilnya. Betapa tidak, tahun 1984 hanya dengan 32.000 penyuluh pertanian kita bisa mencapai swasembada beras.

Pembangunan pertanian dan pemberdayaan masyarakat tani telah dipercayakan dan diandalkan pemerintah  kepada para penyuluh pertanian. Seyogyanya para penyuluh pertanian menyadari bahwa dirinya adalah orang kepercayaan, tulang punggung dan andalan pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan pertanian yaitu peningkatan pendapatan, peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Saya yakin benar, para penyuluh pertanian tidak ingin diremehkan/dilecehkan tidak ingin disepelekan oleh masyarakat dan Pemda, serta tidak mau dianggap sebagai manusia tidak berguna, sudah pasti para penyuluh pertanian sebagai manusia ingin dihargai, ingin dihormati masyarakat dan pemimpin daerah, ingin dianggap manusia yang penting dan bermartabat.

Untuk menjadi manusia terhormat, diperhatikan dan dihargai masyarakat, penyuluh pertanian harus mampu menampilkan keberhasilannya dalam mendampingi petani, mengawal masyarakat binaannya agar menjadi lebih makmur, lebih sejahtera, pendapatannya meningkat dan agribisnisnya berhasil. Ini harus dapat dirasakan masyarakat, dilihat dan didengar.

Penyuluh pertanian yang tinggal di kota dan tidak tinggal di sekitar petani, akan sulit mencapai cita-cita mulia tersebut. PPL harus berada di sekitar petani, penyuluh pertanian harus profesional, memiliki keahlian dan keterampilan yang akan diajarkan pada petani. Penyuluh pertanian harus belajar terus. Setiap penyuluh pertanian harus mendapatkan pelatihan secara teratur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang pelatihnya datang dari kabupaten dan pelatihan  training of trainer (TOT) di tingkat provinsi.

BPP membagi seluruh wilayah kerja binaannya ke setiap PPL. Setiap penyuluh pertanian membina petani/kelompok tani saat petani di lapangan. Dengan demikian petani dapat belajar langsung di lapangan secara teratur.

Agar kelompok tani mantap perlu dianjurkan agar anggota kelompok tani memilih pengurus kelompok taninya sendiri, siapa yang jadi ketua, siapa yang menjadi bendahara dan siapa yang menjadi sekretaris.

Untuk informasi yang lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (berlangganan Tabloid SINAR TANI.  SMS ke : 081317575066).

 

Editor : Ahmad Soim

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018