Wednesday, 21 October 2026


BTS, Tingkatkan Produktivitas Padi di Lahan Rawa

21 Oct 2019, 12:56 WIBEditor : Yulianto

Panen di lahan BTS

dasar budidaya tanaman sehat (BTS) dalam usaha tani padi dengan pertimbangan semakin kompleks dan meluasnya serangan organisme penggangu tanaman (OPT).

TABLOIDSINARTANI.COM, HSS---Ada pemandangan berbeda di Desa Hamayung, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan  Kamis (26/9). Pagi itu masyarakat yang sebagian besar adalah petani berkumpul di pinggir sawah.

Hari itu memang menjadi istimewa bagi petani, karena kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan, Haji Sahbirin Noor yang merayakan syukuran panen dem area padi pola tanaman sehat seluas 50 hektar (ha). Kegiatan tersebut menjadi penting karena sebagai momen bangkitnya kembali budaya bertani secara alami. Acara tersebut juga dihadiri Kepala  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Selatan Syamsir Rahman.

Koordinator POPT Kabupaten Hulu Sungai Selatan M. Fadillah mengatakan, dasar budidaya tanaman sehat (BTS) dalam usaha tani padi dengan pertimbangan semakin kompleks dan meluasnya serangan organisme penggangu tanaman (OPT). Selain itu juga tingginya residu bahan kimia pada hasil produksi pertanian. “Petani juga trauma pada kerusakan keseimbangan agro ekosistem,” katanya.

Karena itu menurut Fadillah, prinsip pengendalian hama terpadu yang salah satunya adalah budidaya tanaman sehat perlu diperkuat dan diterapkan langsung di lapangan. Dengan budidaya tanaman sehat, gangguan OPT juga berkurang. Selain itu agro ekosistem juga menjadi seimbang kembali dan produksi meningkat serta aman untuk konsumsi/tidak tercemar residu kimia.

“Dalam penerapan budidaya tanaman sehat semuanya menggunakan bahan bahan hayati yang aman terhadap lingkungan dan aman terhadap kesehatan,” katanya.

Tahun 2019 Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendapat alokasi dem area budidaya tanaman sehat seluas 1.415 ha. Dari luasan itu sebagian berada di lahan rawa seluas 1.305 ha berlokasi di Daha Utara 255 ha, Daha Selatan 500 ha, Daha Barat 550 ha. Sedangkan di lahan sawah 110 ha  berada di Angkinang 50 ha dan Telaga Langsat 60 ha.

Fadillah mengungkapkan, dem area budidaya tanaman sehat  yang menggunakan bahan bahan hayati ramah lingkungan sejalan dengan program pemerintah daerah Kab. HSS untuk mengembangkan pertanian organik. “Kami mengharapkan ke depan kegiatan ini bisa dilanjutkan dan diperluas lagi, serta menyebar keseluruh kecamatan yang ada di Kab. HSS,” katanya.

Fadil panggilan akrab Fadillah mengakui, selama ini kendala petani dalam budidaya padi biasanya pada fase semai sampai masa vegetatif. Saat itu tanaman padi biasanya akan terserang penyakit blast daun. Begitu juga saat fase generatif/masak susu, kadang hama walang sangit mengganggu tanaman petani.

“Tapi sekarang setelah menerapkan budaiaya padi sehat dinyatakan aman tidak ada lagi laporan dari petugas POPT,” ujarnya.

Petani yang menerapkan BTS (murni tanpa pupuk dan pestisida  kimia), dengan varietas Sentani, produktivitas tanaman padi mencapai rata–rata  8,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau naik 1 ton dari rata-rata tanaman yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia.

Reporter : Ayi Kuswana
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018