
Berbagai varietas kacang hijau hasil penelitian Balitbang Pertanian
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--Permintaan pasar kacang hijau ternyata cukup menggiurkan. Permintaan itu bukan hanya dari industri saja, tapi juga konsumsi langsung, khususnya dari pasar tradisional. Bahkan peluang ekspor juga terbuka lebar. Sayangnya masih sedikit petani membudidayakan komoditas ini.
Seperti pengakuan Ketua Pasar Komoditas Nasional, Soekam Parwadi, permintaan kacang hijau oleh para pedagang mencapai 10 ribu ton/bulan belum bisa dipenuhi dari dalam negeri. “Daerah yang dikabarkan ada produksi ternyata tidak ada. Kita cari 20 ton tiap minggu saja tidak ada. Sekarang ini kita kekurangan kacang hijau, akhirnya harus disuplai dari impor,” ujarnya.
Padahal menurut Seokam, dari sisi ketersediaan lahan untuk budidaya kacang hijau tidak masalah. Bahkan saat musim kering seperti saat ini banyak lahan yang mengganggur, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya kacang hijau. “Kacang hijau itu tanaman yang tahan kekeringan dan bisa ditanam di lahan datar,” ujarnya.
Sementara itu Guru Besar IPB University, M. Firdaus juga mengakui permintaan pasar kacang hijau cukup besar, bahkan permintaan ekspor sangat baik. Meski saat ini Indonesia masih banyak mengimpor kacang hijau hingga 90 ribu ton, tapi kita juga sudah mampu mengekspor sebanyak 33 ribu ton dari total perdagangan dunia mencapai 1,072 juta ton. “Posisi Indonesia nomor sembilan sebagai negara eksportir atau hanya 2,7%. Eksportir nomor satunya Myanmar disusul China. Pasar ekspor terbesar adalah ke AS, Brasil, India, China dan Australia,” katanya.
Firdaus melihat dengan pasar yang masih terbuka tersebut, peluang Indonesia untuk mengisi cukup besar. Apalagi potensi pengembangan budidaya kacang hijau juga cukup luas. Beberapa wilayah Indonesia yang mempunyai lahan marginal seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur cocok untuk usaha budidaya kacang hijau.
“Bahkan di Jawa Tengah bagian selatan banyak lahan marginal yang bisa ditanami kacang hijau hingga dua kali. Pendapatan petaninya mencapai Rp 2,5 juta/bulan. Jarang sekali ada satu komoditas dengan empat karateristik yaitu gizi bagus, bisa ditanam di lahan marginal, berpeluang untuk diekspor dan memberikan pendapatan,” tuturnya.
Sebaran produksi kacang hijau di Indonesia yakni Jawa Tengah sebanyak 123.228 ton, Jawa Timur 52.403 ton, Sulawesi Selatan 20.476 ton dan NTB sekitar 14.227 ton. Rata-rata produktivitas tanaman mencapai 1-1,1 ton/ha.
Guru Besar Gizi dari IPB University, Budi Setiawan mengatakan, dari komposisi gizi kacang hijau sangat bagus. Manfaatnya diantaranya, dapat mencegah penyakit jantung, mengendalikan tekanan darah, mencegah kanker, meningkatkan ketahanan tubuh, membantu memperlancar sistem pencernaan. membantu menurunkan berat badan, mengurangi sindrom pra haid, cegah diabetes tipe-2, menurunkan kadar kolesterol. "Kacang jikau juga baik untuk menurunkan resiko osteoporosis, anti penuaan dan mencerahkan kulit," ujarnya.