
Ubinan padi lokal unggul Bondowoso
TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso—Indonesia mempunyai cukup banyak sumberdaya genetik tanaman, termasuk padi. Salah satunya varietas padi HMS 400 dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Untuk menjaga sumberdaya genetik padi lokal unggul tersebut, BPP Congkrong Kabupaten Bondowoso, bekerjasama dengan kelompok tani (Poktan) Al Furqon di Desa Suger Lor, Kecamatan Maesan, mengadakan uji coba budidaya HMS 400.
Uji coba ini menggunakan tiga perlakuan. Pertama, memakai pupuk urea aplikasi pada 7 hst (hari setelah tanam) dan 21 hst. Kedua, aplikasi pupuk urea dan phonska pada 7 hst dan 21 hst. Ketiga, penambahan pupuk organik pada waktu pengolahan tanah dan aplikasi urea di 7 hst, 21 hst, 35 hst ditambah phonska di 7 hst dan 21 hst.
Hasil ubinan pada perlakuan pertama, produktivitas padi unggul lokal tersebut sebesar 6,4 kg/ha, perlakuan kedua 6,6 kg/ha dan perlakuan ketiga 7,4 kg/ha. Dari ujicoba juga didapat deskripsi padi yang sangat mencolok adalah umur tanaman genjah antara 90-95 hst, jumlah gabah permalai mencapai 200-250 butir.
Dari hasil ini petani siap untuk membudidayakan pada musim tanam selanjutnya. Bahkan Sutrisno, Ketua Poktan Al Furqon megaku puas atas keberhasilan uji coba ini. “Kami sangat bangga dan puas dengan uji demplot HMS 400 karena sesuai dengan harapan dan banyak anggota yang ingin mencoba dimusim tanam Desember mendatang,” ujarnya.
Percobaan HMS 400 ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Salwa Arifin, Bupati Bondowoso mengapresiasi keunggulan varietas unggul lokal ini. Apalagi dapat mempercepat panen dan mempunyai produksi yang baik. “Kami Pemerintah Daerah Bondowoso, siap mendorong dan terus mengembangkan varietas unggul lokal ini,” ujarnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Mohammad Halil menyatakan siap mendaftarkan benih unggul tersebut ke lembaga sertifikat benih agar memperoleh nama varietas unggul khas Kabupaten Bondowoso.
Adapun Guru Besar Universitas Jember, Prof. Dr. Suharyadi juga mendukung pengembangan padi lokal. Bahkan ia berharap pengembangannya dengan budidaya organik. “Teknik budidaya pertanian kedepan yang terbaik adalah kembali ke alam atau perbanyakan organik akan meningkatkan hasil apapun varietasnya, termasuk HMS 400,“ katanya saat seminar Pengembangan Padi Varietas Unggul Lokal dalam Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim.
Upaya yang dilakukan BPP Congkrong ini menyambut empat program utama pembangunan pertanian yang telah dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yaitu meningkatkan produksi dan produktivitas, menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah, diantaranya pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi inovasi teknologi demi kebutuhan pangan 267 juta jiwa penduduk di Indonesia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Dayan Manusia BPPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa keberhasilan petani, terlihat dari penyuluhnya. "Penyuluh kreatif, inovatif maka petaninya sukses," ujar Dedi.
Seperti kita ketahui padi merupakan salah satu dari 11 komoditas strategis pertanian dan sumber pangan pokok yang terpenting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Bertambahnya penduduk sangat mempengaruhi kebutuhan pangan. Sementara lahan pertanian banyak yang beralih fungsi menjadi perumahan ditambah lagi perubahan iklim secara ekstrim akan sangat mengancam produksi pertanian pangan, khususnya padi.