
Bantuan beras untuk warga Blitar yang terkena dampak Covid-19
TABLOIDSINARTANI.COM, Blitar---Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar memberikan kepercayaan kepada 17 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di 22 kecamatan untuk menyediakan beras bagi warga yang terdampak Covid. Selain memberikan bantuan berupa beras, warga terdampak Covid juga mendapatkan bantuan sembako, sambal pecel, kecap serta masker yang dihasilkan UMKM di Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar, H. Riyanto mengatakan, kegiatan bantuan sosial (bansos) yang melibatkan Gapoktan, ini telah berjalan 2 tahap. Tahap pertama mulai realisasi April 2020 kurang lebih 34.000 paket dan tahap kedua sejumlah 56.000 paket sembako. Totalnya hingga kini sebanyak 560.000 ton beras yang telah didistribusikan kepada masyarakat.
Dengan mempercayai penyediaan bansos bagi warga yang terdampak Covid, membuktikan menunjukkan Pemerintah Kabupaten Blitar sangat mendukung produksi petaninya sendiri.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Wawan Widianto mengatakan, untuk menjadi penyedia beras, setiap Gapoktan wajib memenuhi beberapa kriteria. Diantaranya kadar air maksimal 15 persen, beras kepala minimal 80 persen, beras broken maksimal 20 persen derajat sosoh minimal 80 persen dan menir maksimal 3 persen.
Kabupaten Blitar mempunyai lahan sawah seluas 31.976 ha. Terdiri dari sawah irigasi 28.519 ha dan tadah hujan 3.457 ha. “Dengan adanya Kostratani yang tersebar hampir diseluruh kecamatan Kabupaten Blitar, diharapkan peran penyuluh dalam mendampingi petani mampu mewujudkan lumbung pangan di Kabupaten Blitar,” kata Wawan.
Koordinator di BPP Wlingi, Ninik Dwi Handayani mengatakan, pihaknya beserta seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Blitar bersinergi menjalankan secara maksimal program Kostratani.
Dari mulai mendampingi dan mengawal petani untuk mengamankan stok pangan, hingga memberikan jaminan kualitas beras yang baik untuk warga yang terdampak Covid, serta menjadikan lumbung pangan di Kabupaten Blitar. “Percepatan demi percepatan yang dilakukan petani diharapkan bisa menjamin stok pangan disaat krisis pangan,” katanya.
Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan, tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian. “Semua penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar segera melakukan Gerakan Percepatan Tanam Serentak,” katanya.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menegaskan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat. “Karena itu pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,” katanya.