Thursday, 22 October 2026


Jadi Bagian Holding BUMN Pangan, PT. SHS Siap Terjun ke Bisnis Hilir

27 Nov 2020, 10:09 WIBEditor : Yulianto

Dirut PT> SHS, Karywan Gunarso (kiri) bersama Guru Besra IPB, Dwi Andreas Sentosa dan Dirut PT. RNI (holding), Arief Prasetyo Adi (kanan)

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang---PT. Sang Hyang Seri (SHS) akan menjadi salah satu BUMN pangan yang akan menjadi bagian dari holding pangan. BUMN tersebut selama ini bergerak dalam produksi benih pertanian, khususnya padi. Namun ke depan, PT SHS siap masuk ke bisnis hilir.

Potensi aset PT SHS cukup besar, bukan hanya lahan sawah yang cukup luas, tapi juga pabrik benihnya. Direktur Utama PT. SHS, Karyawan Gunarso mengakui, SHS akan menjadi salah satu anggota Holding BUMN pangan.

Saat ini memang pihaknya masih sebatas bergerak dihulu yakni memproduksi benih padi dan palawija seperti jagung. Namun ke depan, SHS juga akan memproduksi gabah dan beras untuk konsumsi. “Kami sudah bekerjasama dengan peneliti, petani dam BUMN untuk masuk ke hilir. Saat ini memang kita siapkan hulunya, tapi kita siap membantu produksi pangan,” kata Karyawan kepada Tabloid Sinartani.

Karyawan mengungkapkan, potensi lahan sawah yang dimiliki PT. SHS seluas 3.200 ha dengan aliran irigasi teknis, sehingga bisa tanam hingga tiga kali. Saat ini BUMN benih ini memproduksi varietas padi Ciherang, Mekongga, Situbagendit dan Inpari. “Saat ini kami bekerjasama memproduksi gabah konsumsi varietas IF 8 dan IF 16 di lahan seluas 50 ha sejak musim tanam April-Mei,” ujarnya.

Sementara kapasitas produksi benih padi PT. SHS mencapai 92.500 ton atau 30 persen dari market benih padi secara nasional mencapai 300-350 ribu ton.  Produksi benih tersebut berasal dari 18 cabang PT SHS yang berada di seluruh Indonesia dengan 27 unit produksi benih.

Untuk memproduksi benih, lanjut Karyawan, pihaknya juga bekerjasama dengan petani penangkar benih. “Memang kapasitas produksi itu belum termanfaatkan semua. Produksi benih baru 10-20 ribu ton saja. Banyak pabrik yang tidak jalan, sehingga ke depan dengan Holding BUMN pangan ini saya harapkan bisa lebih optimal,” katanya.

Menurutnya, dalam pemasaran benih selama ini PT SHS melalui dua cara yakni pesanan pemerintah dan pasar bebas dengan menjual di kios dan toko pertanian yang menjadi jaringan PT SHS. Untuk musim panen tahun 2020, pihaknya selain memproduksi benih juga gabah untuk konsumsi. “Off takernya kita bekerjasama dengan PT Food Station Tjipinang. Jadi kita usdah mulai mengembangkan produksi benih dan beras,” tuturnya.

Direktur Utama PT RNI (Holding), Arief Prasetyo Adi berharap, potensi aset PT SHS bisa dioptimalkan. Salah satu yang sudah dilakukan adalah membuat demplot padi varietas IF 8 dan IF 16 bekerjasama dengan akademisi.

“Hasilnya ternyata cukup baik, produktivitasnya bisa mencapai 8 ton/ha gabah kering panen atau diatas rata-rata nasional yang hanya 6 ton/ha. Ternyata dengan intensifikasi kita bisa meningkatkan produksi pangan,” katanya.

Ke depan menurut Arief, PT SHS bukan hanya membuat benih padi, tapi juga memproduksi beras. Sementara dalam pemasarannya, nantinya ada BUMN lain yang menjadi bagian Holding yang akan melakukannya. “Jadi kita buat matrik. BUMN mana yang dibagian hulu, BUMN yang tugasnya mengurusi stok (gudang) dan yang bagian distribusi,” ungkapnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018